Evaluasi Perpustakaan 2023, Walikota Madiun: ‘Bukunya Tidak Boleh Kurang’

  • 18 Okt 2023 06:40 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun: Evaluasi Perpustakaan 2023 digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Madiun menghadirkan 200 lebih peserta dari sejumlah kepala lembaga, mulai sekolah pada semua jenjang, camat , lurah dan lembaga lainnya yang memiliki unit Perpustakaan, Selasa (17/10/2023) di Ballroom Sun Hotel Madiun.

Wali Kota Madiun, Maidi yang hadir pada kesempatan tersebut mengaku memberikan perhatian tersendiri pada keberadaan perpustakaan di Kota Pendekar. Evaluasi berkala pun dilakukan, harapannya, perpustakaan Kota Madiun semakin baik ke depannya.

Menurut Maidi Perpustakaan merupakan sebagai tempat transfer dan menggali ilmu selain lembaga pendidikan dan sebagai tempat agen perubahan. Untuk itu pihaknya akan terus melakukan evaluasi keberadaan perpustakaan yang ada di kota Madiun.

“Jangan sampai perpustakaan itu sebagai tempat transfer ilmu, tapi yang ditransfer tidak ada maka bukunya tidak boleh kurang,” kata Maidi.

Wali kota menyebut Perpustakaan Kota Madiun saat ini sudah terakreditasi A. Namun, bukan berarti tidak ada evaluasi. Sebaliknya, predikat akreditasi A itu harus benar-benar dibuktikan secara pelayanan yang diberikan.

Forum Diskusi dan Evaluasi Perpustakaan 2023

Perpustakaan, lanjutnya, tidak hanya harus nyaman. Namun, harus memiliki koleksi yang lengkap dan selalu update. Baik buku cetak maupun buku elektronik. Wali kota berharap keberadaan perpustakaan bisa menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk mencari referensi.

“Maka dari itu, kita evaluasi, yang kurang sempurna kita sempurnakan. Koleksinya terus kita tambah,’’ jelasnya.

Evaluasi diisi dengan diskusi bersama Pustakawan Madya dan Assesor dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur dan dari Kota Madiun.

Diharapkan dengan agenda evaluasi perpustakaan tersebut akan ada persamaan persepsi, terutama para pimpinan lembaga untuk memberikan dukungan dan kebijakan dalam mewujudkan perpustakaan sesuai standar dan memenuhi syarat untuk dapat diakreditasi. Saat ini ada 200 lebih perpustakaan tersebar di kota Madiun dan baru sekitar 30 persennya yang telah terakreditasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....