Belum Punya Gerai Permanen, Transaksi 27 KKMP di Kota Madiun Tembus Rp2,3 Miliar

  • 06 Okt 2026 19:01 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Kota Madiun - Aktivitas Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Madiun mulai menunjukkan geliat positif. Meski belum satu pun gerai permanen yang rampung 100 persen, nilai transaksi dari 27 KKMP tercatat mencapai sekitar Rp 2,3 miliar hingga Agustus 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disnaker KUKM) Kota Madiun Angga Wahyu Nurcahyo mengatakan, capaian tersebut merupakan akumulasi transaksi dari seluruh KKMP yang telah beroperasi di wilayah Kota Madiun.

"Kalau untuk omzet, khususnya KKMP di Kota Madiun, dari 27 KKMP yang ada sampai dengan posisi Agustus 2026, omzet total kurang lebih sekitar Rp 2,3 miliar," ujarnya.

Menurut Angga, operasional KKMP selama ini tetap berjalan meski pembangunan gerai permanen belum tuntas. Sejumlah koperasi memanfaatkan aset dan fasilitas yang tersedia di masing-masing kelurahan.

Ada KKMP yang menggunakan sebagian area kantor kelurahan sebagai tempat berjualan. Sebagian lainnya memanfaatkan lapak UMKM maupun rumah milik pengurus koperasi.

"Jadi, walaupun belum ada gerai, operasional ini sudah jalan. Anggota juga sudah banyak yang melakukan transaksi di koperasinya masing-masing," ucapnya.

Angga menerangkan, sejak didirikan pada 2025, pihaknya memang mendorong KKMP agar segera menjalankan kegiatan operasional. Salah satunya dengan memperbanyak keanggotaan sehingga koperasi memiliki simpanan pokok dan simpanan wajib sebagai modal awal kegiatan usaha.

"Sejak berdiri 2025 lalu sudah kita dorong untuk langsung operasional. Mulai merekrut anggota sebanyak-banyaknya, sehingga nanti ada simpanan pokok dan wajib. Ini supaya bisa digunakan untuk operasional, khususnya di sektor sembako," tutur Angga.

Untuk jenis usaha, mayoritas KKMP di Kota Madiun bergerak di sektor perdagangan kebutuhan pokok. Komoditas yang dijual antara lain beras, minyak goreng, dan gula.

Untuk memenuhi kebutuhan komoditas tersebut, KKMP telah menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak. Beras, misalnya, dipasok melalui Bulog, khususnya beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Sedangkan minyak goreng yang dipasarkan berupa Minyakita.

Sementara kebutuhan gula dipenuhi melalui kerja sama dengan PT. Pabrik Gula (PG) Rajawali.

"Rata-rata hampir semua KKMP bergerak di sektor perdagangan sembako, utamanya beras dan minyak. Untuk beras, kita belum bekerja sama dengan Agrinas, tetapi sudah bekerja sama dengan Bulog," kata Angga.

Meski demikian, tidak seluruh KKMP hanya mengandalkan perdagangan sembako. Sejumlah koperasi mulai mengembangkan usaha lain sesuai potensi wilayah masing-masing.

Salah satunya KKMP Kelurahan Kanigoro. Koperasi tersebut mengembangkan usaha budidaya ikan nila setelah mendapatkan bantuan berupa dua unit bioflok dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.

"Kanigoro itu punya sektor perikanan. Kemarin mendapatkan bantuan hibah, kalau tidak salah dua bioflok untuk ikan nila. Ini menjadi tambahan penghasilan selain sembako," ujarnya.

Potensi lain dikembangkan KKMP Kelurahan Winongo. Koperasi tersebut mengembangkan usaha jasa, salah satunya les bahasa Inggris yang berkaitan dengan pengembangan kawasan wisata Kampung Inggris di wilayah setempat.

Dengan demikian, keberadaan gerai permanen bukan menjadi satu-satunya penentu berjalannya kegiatan KKMP. Selama ini, koperasi tetap didorong aktif menjalankan usaha dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia sembari menunggu pembangunan gerai permanen selesai.

Untuk pembangunan gerai permanen, saat ini terdapat empat kelurahan yang masih dalam proses pengerjaan. Salah satu yang progresnya paling mendekati penyelesaian adalah Kelurahan Demangan.

"Gerai belum ada yang jadi 100 persen. Yang ada itu empat kelurahan dan masih dalam proses pembangunan. Paling mendekati hampir selesai itu Kelurahan Demangan, mungkin sekitar 60 persen," pungkas Angga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....