Keterisian Tempat Tidur RSUD Kota Madiun Tinggi, Penyakit Kronis Mendominasi

  • 06 Okt 2026 14:22 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Kota Madiun - Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di RSUD Kota Madiun mencapai hampir 80 persen pada September 2026. Pasien dengan penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes melitus, dan stroke masih mendominasi perawatan di rumah sakit tersebut.

Direktur RSUD Kota Madiun dr. Muhammad Nur M.M., Sp.OG., mengatakan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit saat ini tergolong tinggi. Angka tersebut merupakan rata-rata keterisian harian selama September lalu.

"Kalau untuk tingkat keterisian bed saat ini di RSUD cukup besar, bahkan hampir 80 persen," kata dia, Selasa (6/10/2026).

Menurut Nur, tingginya keterisian tempat tidur salah satunya berkaitan dengan banyaknya pasien yang menggunakan layanan BPJS Kesehatan. Jika ruang rawat sesuai hak kelas pasien penuh, rumah sakit akan menempatkan pasien sementara di kelas yang lebih tinggi tanpa tambahan biaya.

Misalnya, pasien dengan hak rawat kelas 3 dapat ditempatkan di kelas 2 jika kamar kelas 3 penuh. Begitu pula pasien kelas 2 dapat ditempatkan di kelas 1 apabila kapasitas kelas sesuai haknya tidak tersedia.

"Intinya kelas 3 boleh menempati kelas 2, kelas 2 boleh menempati kelas 1 kalau pada saat dia masuk ternyata haknya penuh. Kami memberikan bisa naik ke kelas di atasnya tanpa menambah biaya, kalau memang penuh," ujar dia.

Namun, penempatan sementara tersebut mengikuti ketentuan BPJS Kesehatan, termasuk batas waktu tertentu. Jika dalam periode tersebut kamar sesuai hak pasien tersedia, pasien akan ditawarkan untuk dipindahkan.

Nur mengatakan penyakit kronis menjadi penyumbang utama keterisian tempat tidur. Hipertensi, diabetes melitus, dan stroke mendominasi pasien yang menjalani perawatan.

Berbeda dengan pasien persalinan yang umumnya dapat dipulangkan dalam waktu relatif singkat, pasien dengan penyakit kronis membutuhkan perawatan lebih lama. Kepulangan pasien juga harus menunggu kondisi klinis memungkinkan.

"Yang mendominasi masih penyakit kronis: kencing manis, darah tinggi, stroke," ucapnya.

Menurut Muhammad Nur, pasien dengan penyakit kronis tidak bisa langsung dipulangkan hanya karena masa perawatan telah berlangsung beberapa hari. Dokter harus memastikan kondisi pasien sudah memenuhi kriteria klinis untuk menjalani perawatan di rumah.

"Kalau belum secara klinis boleh pulang, tidak mungkin kita pulangkan," tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....