PDIP Dorong Kepolisian Telusuri Penyebab Berulangnya Karhutla di Magetan

  • 05 Okt 2026 00:00 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Magetan - PDI Perjuangan Kabupaten Magetan mendorong kepolisian menelusuri penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berulang selama musim kemarau. Penelusuran dinilai penting untuk memastikan sumber api dan faktor yang memicu setiap kejadian.

Ketua DPC PDI Perjuangan Magetan Diana Sasa mengatakan, tingginya frekuensi karhutla perlu diikuti pemeriksaan yang lebih sistematis, terutama terhadap kejadian yang ditemukan memiliki indikasi pelanggaran.

Menurutnya, kepolisian perlu memastikan fakta di lapangan sebelum menyimpulkan penyebab kebakaran.

“Ketika sudah ada indikasi seperti itu, aparat perlu memastikan fakta di lapangan. Penelusuran tersebut penting agar penyebab kebakaran dapat diketahui secara jelas dan langkah pencegahan bisa dilakukan secara tepat,” kata Sasa sapaan akrab Diana, Minggu (5/10/2026).

Ia mendorong Polres Magetan menindaklanjuti setiap kejadian yang memiliki indikasi pelanggaran. Informasi mengenai perkembangan penanganan juga dinilai perlu disampaikan kepada masyarakat sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan proses hukum.

“Kami mendorong Polres Magetan menelusuri kejadian yang memang memiliki indikasi tersebut dan menyampaikan perkembangannya ke masyarakat sejauh dimungkinkan oleh proses hukum,” ujarnya.

Sasa menegaskan, dorongan tersebut tidak berarti seluruh karhutla di Magetan disebabkan oleh kesengajaan. Penyebab kebakaran, baik faktor alam maupun faktor lain, tetap harus dibuktikan melalui pemeriksaan dan bukti di lapangan.

Karena itu, ia meminta BPBD, Perhutani, Cabang Dinas Kehutanan, pemadam kebakaran, pemerintah desa, serta instansi terkait saling bertukar data dan hasil asesmen setiap kejadian.

Menurut Diana Sasa, koordinasi lintas sektor diperlukan karena penanganan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab satu instansi. Unsur pemerintah daerah, kepolisian, TNI, Perhutani, petugas pemadam kebakaran hingga relawan terlibat dalam penanganan di lapangan.

Sebelumnya, BPBD Magetan juga telah menggelar rapat koordinasi lintas sektor sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla selama musim kemarau.

Selain penelusuran penyebab, Diana meminta perkembangan penanganan karhutla disampaikan secara berkala melalui media massa maupun kanal resmi pemerintah. Menurutnya, informasi tersebut diperlukan agar masyarakat mengetahui langkah yang telah dilakukan sekaligus memahami pola kejadian yang terjadi.

“Tujuannya bukan membuka materi penyelidikan yang memang belum boleh dibuka. Namun, lebih untuk pengungkapan penyebab guna menentukan pola pencegahan berikutnya. Sehingga kejadian karhutla tidak berulang setiap tahun saat kemarau yang bisa menimbulkan kerugian dan merusak ekosistem alam,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....