Haul Syuhada Monumen Soco, Pemkab Magetan Ajak Masyarakat Rawat Persatuan

  • 01 Okt 2026 05:15 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Magetan - Pemerintah Kabupaten Magetan menggelar haul syuhada Monumen Soco sekaligus doa bersama untuk mengenang korban peristiwa 1948–1965. Kegiatan yang dikemas dalam Silaturahim Ulama, Kyai, Santri, dan Masyarakat Anti Komunis bertajuk “Ngaji Kebangsaan” tersebut berlangsung di Monumen Soco, Kecamatan Bendo, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan diawali dengan pembacaan tahlil dan doa bagi para korban peristiwa pemberontakan PKI 1948. Tahlil dipimpin Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Cokrokertopati Takeran, Kyai Zuhdi Tafsir.

Sebelum memimpin doa, Kyai Zuhdi menyampaikan tausiyah mengenai pentingnya menjaga kewaspadaan terhadap paham komunisme serta perkembangan ideologi yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.

Dalam sambutan Bupati Magetan Nanik Sumantri yang dibacakan Sekretaris Daerah Magetan Welly Kristanto, disampaikan bahwa Monumen Soco menjadi salah satu lokasi yang mengingatkan masyarakat pada peristiwa kelam dalam perjalanan sejarah Indonesia.

Menurut Nanik, peringatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk mengenang para korban, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengambil pelajaran dari peristiwa masa lalu.

“Hari ini kita hadir bukan sekadar untuk mengenang peristiwa masa lalu, tetapi juga untuk mendoakan para korban dan mengambil pelajaran berharga dari sejarah. Pengorbanan para pendahulu harus menjadi warisan yang menghidupkan semangat kebangsaan serta memperkokoh persatuan dan kesatuan NKRI,” pesannya.

Nanik juga mengajak masyarakat memahami kembali berbagai peristiwa sejarah, termasuk peristiwa Madiun 1948 dan pergolakan politik 1965. Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi pembelajaran mengenai pentingnya menjaga persatuan dan menghindari perpecahan.

Ia juga menekankan peran ulama, santri, serta berbagai elemen masyarakat dalam menjaga kehidupan kebangsaan. Nilai-nilai Pancasila diharapkan tidak hanya dipahami sebagai dasar negara, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Magetan untuk mengenang para korban sekaligus mengajak masyarakat menjadikan sejarah sebagai bahan pembelajaran dalam menjaga persatuan dan kehidupan berbangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....