Monitoring Tanaman, Kunci Utama Sukses Pertanian Ramah Lingkungan

  • 30 Sep 2026 19:31 WIB
  •  Madiun
Poin Utama
  • Monitoring rutin terhadap kondisi tanaman di lapangan adalah faktor krusial untuk mendeteksi ancaman hama dan penyakit sejak dini, bukan hanya penggunaan pestisida atau pupuk.
  • Observasi intensif memungkinkan petani mengambil tindakan pengendalian yang tepat sebelum serangan hama dan penyakit meluas dan merusak seluruh tanaman.
  • Keterlibatan aktif dan kedisiplinan petani dalam melakukan monitoring berkelanjutan merupakan kunci utama kesuksesan panen dalam pertanian modern.

RRI.CO.ID, Madiun - Dalam dunia pertanian modern, keberhasilan panen tidak hanya ditentukan oleh penggunaan pestisida atau pupuk semata, melainkan pada kedisiplinan petani dalam melakukan monitoring. Prof. Dr. Ir. Wuye Andayanie, MP, pakar pertanian dari Universitas Merdeka Madiun saat berdialog dalam acara Green Radio Programa 1 RRI Madiun, Sabtu 16 September 2026, menekankan bahwa observasi rutin terhadap kondisi tanaman di lapangan merupakan langkah krusial untuk mendeteksi ancaman hama dan penyakit sejak dini.

Monitoring yang dilakukan secara intensif memungkinkan petani untuk mengambil tindakan pengendalian yang tepat sebelum serangan meluas dan merusak seluruh tanaman. Profesor Wuye menegaskan pentingnya keterlibatan aktif petani dengan menyatakan, "Kuncinya adalah monitoring. Monitoring selama petani standby, selalu monitoring tanamannya, insyaallah kok pengelolaan hama dan penyakit itu bisa dikendalikan," terangnya.

Strategi ini menjadi bagian dari upaya pengelolaan hama terpadu yang lebih ramah lingkungan. Menurut Profesor Wuye, ketergantungan instan pada pestisida kimia sering kali justru merugikan ekosistem karena mematikan predator alami atau mikroorganisme yang menguntungkan bagi kesuburan tanah. "Binatang atau mikroorganisme yang tidak merugikan bagi tanaman itu juga akhirnya ikut mati," katanya.

Kesalahan persepsi bahwa tanaman harus selalu terlihat sempurna tanpa lubang sedikit pun sering kali menjadi pemicu penggunaan pestisida yang berlebihan. Padahal, monitoring yang baik membantu petani memahami bahwa keberadaan hama tertentu bisa dikendalikan secara alami jika ekosistem terjaga dengan baik, tanpa harus merusak unsur hara tanah yang esensial bagi pertumbuhan jangka panjang.

Praktik monitoring ini juga mengajarkan pentingnya kesabaran dalam proses pertanian berkelanjutan. Meskipun metode organik memerlukan waktu lebih lama dibandingkan bahan kimia, hasil yang diperoleh melalui pemantauan rutin terbukti lebih aman dan berkelanjutan."Kalau orang mau sukses itu kan harus melewati proses ya. Proses itu enggak enak memang," jelasnya.

Prof. Wuye berharap seluruh pelaku sektor pertanian diharapkan dapat mengubah pola pikir mereka untuk menjadikan monitoring sebagai budaya utama di lahan tani. Dengan keterlibatan aktif dalam memantau setiap fase pertumbuhan tanaman, petani tidak hanya mengamankan hasil produksinya, tetapi juga turut serta menjaga kelestarian bumi bagi generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....