Bahaya Tersembunyi Penggunaan Pestisida Kimia

  • 30 Sep 2026 19:23 WIB
  •  Madiun
Poin Utama
  • Penggunaan pestisida kimia yang masif pada lahan pertanian menimbulkan dampak buruk jangka panjang terhadap ekosistem dan kesehatan tanah.
  • Fenomena resurgensi terjadi ketika hama menjadi kebal terhadap bahan kimia pestisida, sehingga serangan berikutnya menjadi lebih ganas dan sulit dikendalikan.

RRI.CO.ID, Madiun - Penggunaan pestisida kimia yang masif di kalangan petani sering kali dianggap sebagai solusi instan dan paling praktis untuk membasmi hama. Prof. Dr. Ir. Wuye Andayanie, M.P., pakar pertanian dari Universitas Merdeka Madiun, dalam dialog Green Radio Programa 1 RRI Madiun, Sabtu 16 September 2026 mengingatkan bahwa ketergantungan pada bahan kimia justru membawa dampak buruk yang berkepanjangan bagi ekosistem lahan pertanian dan kesehatan tanah.

Salah satu ancaman serius dari penggunaan pestisida yang tidak bijak adalah fenomena resurgensi, di mana hama justru menjadi kebal terhadap bahan kimia tersebut."Anakan dari hama yang terselamatkan itu, itu akan menjadi kebal. Nah, itu serangannya akan lebih ganas," Prof. Wuye menjelaskan.

Selain menciptakan hama yang lebih tangguh, penggunaan pestisida kimia secara berlebihan juga berdampak pada kesuburan tanah. Bahan kimia tersebut cenderung mengeksploitasi unsur hara secara cepat, sehingga tanah lama-kelamaan akan kehilangan nutrisi alaminya. "Pupuk kimia itu akan membuat tanah itu menjadi tandus gitu loh," ujar Prof. Wuye.

Lebih lanjut, penggunaan pestisida kimia yang membabi buta juga mematikan mikroorganisme menguntungkan yang menjaga keseimbangan hayati di dalam tanah. Prof. Wuye menegaskan bahwa pestisida seharusnya tidak menjadi pilihan utama dalam manajemen hama."Kalau ada yang tetap menggunakan atau pengin menggunakan pestisida kimia itu bukan dilarang tetapi itu sebagai alternatif yang terakhir saja," tuturnya.

Risiko ini tidak hanya mengancam produktivitas lahan, tetapi juga kesehatan konsumen. Sayuran yang dipanen dengan residu kimia tinggi sering kali terserap hingga ke bagian terdalam tanaman. Oleh karena itu, Prof. Wuye menyarankan pentingnya pengawasan rutin melalui monitoring tanaman dan beralih ke metode yang lebih ramah lingkungan seperti penggunaan insektisida nabati.

Sebagai langkah preventif, para petani dan masyarakat diajak untuk lebih bijaksana dalam mengelola lahan. Dengan beralih ke praktik pertanian berkelanjutan dan memanfaatkan bahan-bahan alami di sekitar sebagai solusi pestisida alternatif, kita tidak hanya menyelamatkan ekosistem hari ini, tetapi juga menjamin ketersediaan pangan yang lebih sehat untuk masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....