Turut Jadi Atensi, BPBD Magetan Mulai Dorong Kesiapan Mitigasi Gempa Bumi

  • 30 Sep 2026 01:34 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Magetan - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan mendorong peningkatan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi gempa bumi. Hal ini disampaikan menyusul pelaksanaan Sekolah Lapang Gempa Bumi yang digelar Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Magetan, dengan tema “Pahami Potensi dan Aksi Cepat Hadapi Gempa Bumi dan Tsunami Menuju Indonesia Emas 2045.”

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan Eka Wahyudi mengatakan, kegiatan tersebut memberikan tambahan informasi bagi pemerintah daerah, masyarakat, dan relawan mengenai potensi serta risiko gempa bumi di wilayah Magetan.

“Kami dari BPBD sangat berterima kasih kepada BMKG karena telah menghadirkan Sekolah Lapang Gempa Bumi di wilayah Kabupaten Magetan. Tadi kami juga diberikan informasi terkait peta guncangan ataupun peta gempa yang ada di wilayah Kabupaten Magetan,” ujar Eka.

Menurutnya, berdasarkan informasi dan pemetaan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, Magetan memiliki risiko terhadap kejadian gempa bumi. Meski secara historis belum tercatat gempa dengan skala besar, kondisi tersebut tetap perlu diantisipasi.

“Di Magetan ini ternyata memang berisiko terjadi gempa bumi. Meskipun secara historis belum ada gempa bumi yang skalanya besar, harapannya dengan adanya pengetahuan dari Sekolah Lapang BMKG ini nantinya bisa menjadi bekal, terutama bagi masyarakat dan relawan untuk menghadapi ancaman gempa yang ada di Magetan,” katanya.

Eka menjelaskan, gempa bumi selama ini belum menjadi ancaman bencana yang mendapat perhatian utama BPBD Magetan. Berdasarkan kajian risiko, ancaman bencana dengan tingkat risiko tinggi di Magetan adalah tanah longsor, khususnya di wilayah atas.

Selain longsor, BPBD juga memprioritaskan mitigasi cuaca ekstrem, terutama angin kencang yang berpotensi terjadi hampir di seluruh wilayah Magetan, serta ancaman banjir di sejumlah daerah.

“Untuk saat ini perhatian kita lebih difokuskan pada mitigasi bencana seperti longsor, cuaca ekstrem dan juga banjir. Untuk gempa ini memang sedikit atensi yang kita berikan,” jelasnya.

Namun, informasi mengenai peta ancaman dan guncangan gempa yang diperoleh dari BMKG akan menjadi bahan bagi BPBD untuk meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya pada bangunan yang memiliki potensi terdampak.

BPBD, kata Eka, setidaknya perlu mendorong tersedianya jalur evakuasi dan titik kumpul pada bangunan yang berisiko, terutama gedung bertingkat. Hal ini untuk memastikan masyarakat mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika terjadi gempa dan tidak panik saat melakukan evakuasi.

“Minimal harus ada jalur evakuasi dan titik kumpul. Pada suatu saat misalnya ada kejadian gempa, terutama di gedung bertingkat, masyarakat tidak panik dan tahu mau evakuasi ke mana. Minimal itu yang harus dipersiapkan,” ujarnya.

Alat Pendeteksi Gempa Masih Berfungsi

Selain kesiapan masyarakat dan bangunan, BPBD Magetan juga memiliki perangkat dari BMKG yang terpasang di kantor BPBD untuk mendukung pemantauan kejadian gempa.

Eka memastikan perangkat tersebut masih berfungsi dan mendapatkan perawatan secara rutin.

“Kebetulan ada alat dari BMKG yang terpasang di BPBD, kalau tidak salah juga pendeteksi gempa. Insyaallah masih berfungsi dan sudah dilakukan perawatan rutin dari pihak BMKG,” pungkasnya.

Sekolah Lapang Gempa Bumi tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai potensi gempa, langkah mitigasi, serta tindakan cepat yang perlu dilakukan ketika terjadi bencana. Kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi dan tsunami menuju Indonesia Emas 2045.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....