Keutamaan Mengingat Mati, Metode Efektif Membersihkan Hati

  • 29 Sep 2026 20:25 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID. Madiun - Kesadaran akan kematian bukan untuk menakuti, melainkan menjadi sarana muhasabah diri yang krusial bagi setiap manusia. Ustadzah Dra. Siti Komariyatiningsih, M.Pd.I dalam tausiyahnya menekankan bahwa mengingat mati merupakan metode efektif untuk membersihkan hati yang cenderung berkarat oleh urusan duniawi.

Ustadzah Siti menjelaskan bahwa hati manusia ibarat besi yang mudah terkena karat jika tidak dirawat.

"Cara mengasah hati yang berkarat yaitu dengan kasratuz zikrul maut, memperbanyak ingat mati. Dan yang kedua adalah waqiraatil Quran," ujarnya, kemarin.

Ada tiga keutamaan utama dalam sering mengingat kematian. Pertama adalah takjilut taubah, yaitu menyegerakan diri untuk bertaubat dan memperbanyak istigfar. Dengan menyadari bahwa ajal bisa datang kapan saja, seseorang akan lebih termotivasi untuk memperbaiki diri tanpa menunda-nunda waktu.

Keutamaan kedua adalah qanaatul qalbi, yakni sikap menerima segala pemberian Allah dengan hati yang ikhlas.

"Orang yang selalu ingat mati di dalam hatinya, maka akan membuat kita apa ya, rumahnya bagus ditinggal, mobilnya bagus ditinggal. Jadi punya jabatan tinggi juga akan diganti orang," ujar Ustadzah Siti

Keutamaan ketiga adalah nasyatul ibadah atau semangat beribadah, karena manusia menyadari bahwa dunia hanyalah tempat persinggahan sementara.

"Kalau kita niati hati senang, maka ya semangat-semangat aja gitu loh. Semangat, senang. Tapi kalau mengeluh maka ya akan jadi payah, jadi gampang capek," tuturnya.

Ustadzah Siti mengingatkan bahwa kehidupan di dunia adalah panggung ujian bagi setiap hamba. Dengan terus menjaga ingatan akan kematian, diharapkan umat dapat menjalani hidup dengan lebih tenang, tidak serakah, serta tetap teguh dalam menjalankan perintah agama di tengah gemerlap tipu daya dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....