Tak Hanya Menutup Pendakian, Seluruh Pedagang di Puncak Lawu Diminta Turun
- 17 Sep 2026 21:31 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Magetan - Perhutani KPH Lawu DS tidak hanya menutup seluruh jalur pendakian Gunung Lawu di tengah kebakaran hutan. Para pedagang yang masih beraktivitas di kawasan atas juga diminta turun untuk mengurangi aktivitas masyarakat di area yang masih berisiko terdampak kebakaran.
Wakil Administratur Perhutani KPH Lawu DS, Hermawan, mengatakan selain menghentikan aktivitas pendakian, Perhutani juga memastikan para pedagang yang biasa berjualan di kawasan atas telah turun. Di jalur Cemoro Sewu, misalnya, kondisi kawasan atas sudah kosong dari pendaki maupun pedagang.
“Semua penjual di atas juga sudah turun semua. Sudah kita antisipasi, kita turunkan,” ujarnya, Kamis (17/9/2026)
Menurut Hermawan, langkah tersebut merupakan bagian dari antisipasi karena kondisi kawasan Gunung Lawu masih dipantau menyusul kebakaran yang terjadi di sejumlah titik. Perhutani tidak ingin aktivitas masyarakat di kawasan atas menambah risiko selama penanganan kebakaran masih berlangsung.
Untuk mengantisipasi kemungkinan adanya orang yang tetap mencoba masuk ke kawasan Gunung Lawu, Perhutani juga menyiagakan satuan tugas di sejumlah titik. Petugas melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan petugas di jalur pendakian, termasuk Cemoro Sewu.
“Kita ada satgas juga di atas, jaga-jaga kalau ada orang-orang yang naik tanpa lewat jalur resmi. Kita update terus dengan petugas saya di Cemoro Sewu,” katanya.
Penutupan jalur pendakian dan pengosongan kawasan atas tersebut diberlakukan sampai waktu yang belum ditentukan. Pembukaan kembali akan mempertimbangkan perkembangan kondisi kebakaran dan keamanan kawasan.
Penutupan seluruh jalur pendakian mulai diberlakukan sejak Senin (14/9). Kebijakan tersebut berlaku di seluruh pintu pendakian Gunung Lawu, baik yang berada di Jawa Timur maupun Jawa Tengah.
“Pendakian mulai Senin itu kita tutup. Jadi semuanya, Cemoro Sewu termasuk Jawa Tengah, sudah kita konfirmasi. Empat pintu pendakian Jawa Tengah dan satu pintu kita, Cemoro Sewu, tutup semua,” pungkas Hermawan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....