Pelatihan Pencak Seni Kampung Pesilat Jadi Sarana Pembentukan Karakter Anak
- 18 Sep 2026 03:28 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Madiun menggelar pelatihan Pencak Seni Kampung Pesilat di Gedung Dwijahaju, Dispendikbud Kabupaten Madiun, Kamis (17/9/2026). Pelatihan ini sebagai upaya pembentukan karakter anak-anak melalui basic Kampung Pesilat.
Kepala Dindikbud Kabupaten Madiun, Agus Sucipto menyampaikan pembentukan karakter melalui basic Kampung Pesilat ini merupakan langkah awal mengimplementasikan budaya yang ada di Kabupaten Madiun dan diharapkan berjalan sinergis khususnya bagi anak muda sebagai generasi penerus bangsa.
"Kampung Pesilat yang ada di Kabupaten Madiun ini, kita berpikir tidak untuk hari ini saja, tapi bagaimana membentuk karakter anak-anak melalui inves jangka panjang dengan basic Kampung Pesilat. Harapannya ini sebagai langkah awal bagaimana mengimplementasikan budaya yang ada di Kabupaten Madiun bisa berjalan sinergis khususnya anak-anak pengganti generasi kita hari ini," jelas Agus.
Agus menambahkan Kampung Pesilat dapat dijadikan sebuah budaya yang wajib dimiliki anak Kabupaten Madiun ke depan, yang bisa ditanamkan dari bangka Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Selain itu, sebagai sebuah ekosistem budaya yang menjadikan pencak silat sebagai salah satu identitas dan kekuatan sosial masyarakat Kabupaten Madiun.

Di kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun Sigit Budiarto meminta kepada para guru jenjang SD, SMP, dan juga sanggar yang hadir untuk dapat memberikan inovasi gerakan baru atau gerakan yang lebih menarik. Sehingga nanti kedepan bisa menjadi wisata budaya yang dikenal hingga mendunia.
"Untuk bapak/ibu guru, mungkin punya kreativitas dan inovasi gerakan yang baru agar lebih menarik lagi, lebih fresh, yang nanti bisa disuguhkan kepada pemerhati budaya. Bahkan bisa dikenal hingga mancanegara bahkan mendunia," ujar Sigit.
Sigit menambahkan Kabupaten Madiun juga sudah mempunyai Gedung Padepokan Pesilat yang bisa digunakan untuk berlatih. Yang terpenting selalu menjaga kerukunan, saling menghormati dan menghargai meskipun ada banyak perbedaan perguruan.
"Kita sudah punya gedung padepokan pesilat, monggo bisa digunakan ya. Baik SD maupun SMP. Yang penting kita selalu menjaga guyub rukun, meskipun ada banyak perbedaan," pesan Sigit.
Tak hanya itu, Sigit juga memaparkan makna dari Kampung Pesilat, Sinergi 14 Perguruan, Pendidikan Karakter melalui Pencak Silat, Konsep Kampung Pesilat, Peran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, hingga Program Implementasi.
SIgit menilai dengan adanya pelatihan ini dapat melahirkan pesilat yang sehat, disiplin, terampil dan berkarakter. Selain itu, sebagai sarana pendidikan karakter bagi generasi muda, serta dapat membangun citra ramah, sederhana, santun dan berbudaya.
"Kalau kota, Madiun Kota Pendekar, kalau kita Kampung Pesilat. Saya kemarin di Desa Bener, Saradan ada juga tampilan pencak dalam Bahana Bersahaja. Nah, itulah ikon budaya yang ada di wilayah kita," ujarnya.
Sigit berharap kedepan bisa menampilkan variasi yang berbeda-beda, sehingga pencak seni Kampung Pesilat mempunyai banyak tampilan alternatif sesuai dengan acara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....