Posko Karhutla Lawu Tetap Siaga, Dapur Umum Siapkan 300 Porsi Sekali Masak
- 16 Sep 2026 21:49 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Magetan - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan lereng Gunung Lawu, Kabupaten Magetan, masih dilakukan meski intensitas kebakaran mulai menurun. Posko penanganan karhutla di Kantor Desa Ngliliran, Kecamatan Panekan, tetap disiagakan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.
Lebih dari 200 personel gabungan masih dikerahkan di kawasan terdampak. Selain melakukan pemadaman, petugas juga menyisir lokasi untuk memastikan bara yang tersisa tidak kembali memicu kebakaran serta mencegah api merambat ke kawasan hutan yang berbatasan dengan Kabupaten Ngawi.
Dukungan logistik bagi personel dan relawan juga disiapkan melalui dapur umum Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Magetan di Balai Desa Ngliliran. Dapur umum tersebut memasok kebutuhan konsumsi bagi tim yang terlibat dalam penanganan kebakaran di sejumlah titik.
Dapur umum menyiapkan sekitar 300 porsi makanan dalam sekali proses memasak. Makanan tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan konsumsi dua kali sehari.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Magetan Elmy Kurniarto saat memantau langsung aktivitas dapur umum memastikan distribusi makanan bagi personel dan relawan berjalan lancar.
“Kami siap men-support kebutuhan logistik tim dan relawan. Insyaallah sejauh ini tidak ada kendala,” kata Elmy, Rabu (16/9/2026).
Dapur umum tersebut tidak hanya mendukung penanganan kebakaran di petak 50E1, 50A1, dan 50A2 wilayah Desa Jabung, Kecamatan Panekan. Kebutuhan konsumsi bagi personel yang menangani kebakaran di petak 66 RPH Bedagung, Desa Getasanyar, Kecamatan Sidorejo, juga dipasok dari posko yang sama.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Magetan Eka Radityo mengatakan kondisi kebakaran berdasarkan pemantauan dari bawah mulai mereda. Kepulan asap di sejumlah titik tidak lagi terlihat secara visual.
Namun, kondisi tersebut belum menjadi alasan untuk menghentikan pemantauan. Berdasarkan pemantauan Perhutani dari kawasan hutan, masih terdapat titik api berukuran kecil yang perlu diwaspadai.
“Titik asap dari bawah sudah tidak terlihat. Tetapi dari pemantauan Perhutani masih ada titik api kecil di kawasan hutan dan arahnya menuju wilayah Ngawi,” kata Eka.
Karena itu, personel gabungan tetap disiagakan untuk melakukan pemantauan dan penanganan di lapangan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali membesar sekaligus mengantisipasi perambatan api di kawasan perbatasan Magetan-Ngawi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....