Dinkes Ponorogo Berupaya Tekan AKI dan AKB

  • 15 Sep 2026 15:02 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Ponorogo - Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo berupaya menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Kepala Dinkes Ponorogo, Dyah Ayu Puspitaningarti mengatakan, berdasarkan data, AKI di Ponorogo hingga pertengahan September ini tercatat ada 4 kasus. Sedangkan sepanjang tahun 2025 lalu, AKI di Bumi Reog tercatat 5 kasus.

“Mudah-mudahan kita bisa mempertahankan ya, dari 11 kasus di tahun 2024 lalu jadi 5 kasus di tahun 2025 dan saat ini 4 kasus, mudah-mudahan tidak ada tambahan harapannya seperti itu,” ujarnya, kemarin.

Ayu- sapaan akrabnya mengungkapkan, masih ada kasus kematian pada ibu hamil hingga pasca melahirkan ini perlu mendapat perhatian bersama. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, yang bersangkutan meninggal karena memiliki penyakit penyerta, salah satunya jantung, diabetes dan lainnya.

“Kematian itu itu tidak mutlak dari kasus karena persalinan atau perdarahan, tapi karena jantung, diabetes, dan lainnya. Makanya sebelum hamil ditanya ada riwayat penyakit apa nggak, saat hamil didampingi kader kesehatan, tekanan darah ditensi terus, seperti itu,” tambahnya.

Sementara itu angka kematian bayi di Ponorogo dari usia 0-28 hari juga mengalami trend penurunan. Dari 121 kasus di tahun 2024, turun menjadi 96 kasus di 2025 serta 67 kasus hingga pertengahan September 2026.

Menurutnya ada banyak faktor yang memengaruhi, di antaranya bayi memiliki berat badan lahir rendah (BBLR). Kemudian kesulitan nafas atau asfiksia, malnutrisi, maupun kelainan jantung bawaan.

“Mudah-mudahan juga bisa kita pertahankan. Maka kita butuh dukungan dari semua pihak, tidak hanya dinkes saja tapi juga PKK, NU, Muslimat, Gereja, dan ormas lainnya,” tambahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....