Angka Prevalensi Stunting di Ponorogo Turun
- 14 Sep 2026 12:09 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Ponorogo - Angka prevalensi stunting di Ponorogo mengalami penurunan. Tahun 2025 lalu tercatat 7,51 persen atau 2.859 anak mengalami stunting, tahun 2026 hingga pertengahan September ini, angkanya turun menjadi 7,31 persen atau 2.223 anak stunting.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo, Dyah Ayu Puspitaningarti mengatakan, Pemkab Ponorogo melalui Dinkes telah menginisiasi Besti Pren, yakni bumil sehat, stunting turun didampingi pendamping keren. Inovasi itu, lanjutnya, terbukti efektif menurunkan angka stunting di Ponorogo.
"Faktor stunting itu banyak, di antaranya Indeks makanannya, kemudian ada pola asuh, sosial ekonomi, pengetahuan, banyak lah multi-faktor. Ada faktor kesehatan juga misalnya memiliki penyakit," katanya disela-sela kegiatan monitoring dan evaluasi program Besti Pren di Hall Hotel Amaris, Ponorogo, Senin (14/9/2026).
Ia menuturkan, penurunan angka stunting di Bumi Reog tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor. Termasuk kader kesehatan di tingkat desa, yang menjadi ujung tombak pemantauan.
"Semuanya berperan menurunkan prevalensi stunting, semua lintas sektor kita gerakkan bersama-sama baik itu lintas OPD, maupun dengan organisasi kemasyarakatan dan kegamaan," tuturnya.
Berdasarkan data di Dinkes Ponorogo, prevalensi stunting empat tahun terakhir mengalami penurunan. Tahun 2023 tercatat 9,33 persen (4.143 anak stunting), kemudian tahun 2024 8,06 persen (3.375 anak), tahun 2025 tercatat 7,51 persen (2.859 anak) serta tahun 2026 hingga pertengahan September tercatat 7,31 persen (2.223 anak).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....