Tokoh Media Dahlan Iskan Dorong RRI Madiun Perkuat Peran Pelestarian Budaya

  • 13 Sep 2026 00:37 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Magetan - Tokoh media Dahlan Iskan mendorong Radio Republik Indonesia (RRI) Madiun memperkuat perannya sebagai wadah pengembangan seni dan budaya masyarakat di wilayah Madiun dan sekitarnya. Menurutnya, radio publik memiliki posisi penting dalam memperkenalkan potensi budaya lokal, terutama kelompok karawitan yang berkembang di desa dan sekolah.

Dahlan yang juga tokoh dan aktif di perkumpulan Pawitandirogo (Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun, Ponorogo) menyampaikan hal itu saat menghadiri Pentas Seni dan Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk menutup rangkaian RRI Fest 2026, Sabtu (12/9/2026) di halaman LPP RRI Madiun.

Ia menilai keberadaan RRI Madiun memberi kesempatan bagi kelompok seni dan generasi muda untuk mengaktualisasikan diri tanpa harus tampil di pusat-pusat kegiatan budaya seperti Jakarta atau Surabaya.

“Saya bangga dengan RRI Madiun karena didengarkan sampai pelosok-pelosok wilayah Pawitan dirogo,” kata Dahlan.

Ia mengatakan, banyak kelompok karawitan di desa, kalangan anak muda, dan sekolah-sekolah yang membutuhkan ruang untuk mengembangkan kemampuan. RRI Madiun, menurutnya, dapat menjadi salah satu wadah untuk menampung potensi tersebut.

“Kalau mereka harus tampil di Jakarta atau Surabaya, tentu terlalu banyak antrean. Mereka membutuhkan wadah untuk aktualisasi diri dan menambah kemampuan,” ujarnya.

Dahlan menekankan, penguatan peran RRI dalam kampanye budaya menjadi penting di tengah perkembangan teknologi digital. Menurutnya, RRI harus mampu menjaga relevansinya bagi masyarakat dengan mengambil peran yang tidak selalu dapat dijalankan media swasta.

“Peran itu harus diambil oleh RRI Madiun. Kalau tidak, nanti RRI Madiun tidak akan relevan untuk masyarakat di wilayah Pawitan dirogo,” katanya.

Dahlan juga menilai radio masih memiliki masa depan di tengah perubahan teknologi dan pola konsumsi media. Ia mengingatkan, kemunculan televisi dan internet sebelumnya sempat memunculkan anggapan bahwa radio akan ditinggalkan masyarakat.

Namun, kenyataannya radio tetap bertahan dan berkembang. Menurut Dahlan, keunggulan radio terletak pada kemampuannya menemani masyarakat saat beraktivitas, termasuk ketika berkendara.

“Sepanjang masih ada mobil, ada kendaraan, radio akan terus relevan. Tidak mungkin orang mengendarai mobil dengan menonton TV. Yang bisa adalah dengan mendengar,” ujarnya.

Dalam menghadapi disrupsi industri media, Dahlan menyebut konvergensi sebagai salah satu langkah penting. Media tidak cukup hanya mengandalkan satu saluran, tetapi perlu memadukan siaran radio, tontonan langsung, dan platform digital.

Ia mencontohkan kegiatan karawitan dalam rangka HUT ke-81 RRI Madiun yang disiarkan melalui radio sekaligus live streaming.

“Konvergensi itu penting. Kombinasi antara tontonan langsung, siaran radio, dan live streaming akan memperkokoh keberadaan media,” katanya.

Mantan Menteri BUMN itu berharap agarRRI Madiun dapat terus mengembangkan siaran yang dekat dengan masyarakat, termasuk melalui penguatan konten budaya lokal dan pemanfaatan platform digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....