Cuaca Madiun Raya 9 – 11 September, Cerah - Cerah Berawan, Siang Terik, Panas Menyengat

  • 09 Sep 2026 12:17 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nganjuk merilis,curah hujan di Jawa Timur secara umum diprediksi berada pada kategori rendah. Pengaruh El Niño yang masih sangat kuat di Pasifik secara umum mengurangi suplai kelembapan menuju wilayah Indonesia, sehingga kondisi kering masih berpotensi berlanjut di sejumlah wilayah. Namun, kondisi tersebut tidak berarti seluruh wilayah akan sepenuhnya tanpa hujan. Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG Nganjuk, Setiyaris mengatakan, di Jawa Timur, peluang hujan diperkirakan masih cukup bervariasi, terutama karena musim kemarau masih mendominasi sebagian besar wilayah. Hujan lokal tetap berpotensi terjadi akibat pengaruh faktor cuaca setempat, seperti pemanasan permukaan, kondisi topografi, dan ketersediaan uap air. Dengan demikian, meskipun atmosfer secara umum masih cenderung kering, sebaran hujan diperkirakan tidak merata dan dapat berbeda antarwilayah. Hujan dengan intensitas sedang bahkan lebat secara lokal tetap perlu diwaspadai, terutama ketika kondisi lokal mendukung pertumbuhan awan konvektif. Sedangkan untuk cuaca wilayah Madiun Raya cerah hingga cerah berawan, siang hari udara sangat terik dan panas menyengat.

”Prospek cuaca wilayah Madiun Raya untuk 3 hari ke depan didominasi oleh kondisi cerah hingga cerah berawan dengan kondisi udara yang sangat terik dan panas menyengat di siang hari,” ungkap Setiyaris, 9 September 2026.

  • Pagi hari, wilayah Madiun, Ngawi, dan Ponorogo umumnya didominasi cuaca cerah hingga cerah berawan, dengan suhu pagi sekitar 21–25°C dan kelembapan 50–89%. Sementara itu, wilayah Magetan dan Pacitan cenderung lebih sejuk dan lembap dengan suhu sekitar 19–23°C serta kelembapan dapat mencapai 85–99%. Angin umumnya bertiup Timur–Selatan dengan kecepatan sekitar 5–15 km/jam, dan di wilayah pesisir Pacitan dapat terasa sedikit lebih kencang.

  • Siang hari, wilayah Madiun, Ngawi, dan Ponorogo diperkirakan didominasi cuaca cerah hingga cerah berawan dengan suhu maksimum sekitar 33–35°C, sementara wilayah pegunungan Magetan relatif lebih sejuk dengan suhu 24–27°C. Kelembapan udara turun hingga sekitar 35–45%, sehingga udara terasa lebih kering. Angin bertiup dari Timur–Tenggara dengan kecepatan sekitar 15–30 km/jam, sementara hembusan sesaat dapat lebih kuat, terutama di wilayah terbuka dan lereng pegunungan.

  • Malam hingga dini hari, wilayah Madiun, Ngawi, dan Ponorogo didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan dengan suhu yang berangsur turun dari sekitar 25°C pada awal malam menjadi 21–22°C pada dini hari, sementara wilayah dataran tinggi dapat mencapai sekitar 16–18°C. Angin permukaan cenderung tenang hingga lemah, sekitar 5–10 km/jam, dari arah Selatan–Tenggara. Seiring penurunan suhu, kelembapan meningkat hingga sekitar 75–90%.

  • Perairan pantai Pacitan, cuaca cerah berawan hingga berawan Suhu permukaan laut sekitar 25°C, sedangkan kelembapan udara di kawasan pantai berkisar 81–82%. Tinggi gelombang 1,25–2,5 meter kategori sedang, dengan gelombang maksimum sesaat di beberapa lokasi lepas pantai dapat mencapai sekitar 2,6 meter. Angin laut bertiup dari Timur–Tenggara dengan kecepatan 20–25 km/jam, serta berpotensi mengalami hembusan sesaat hingga sekitar 45 km/jam

Setiyaris mengingatkan, menghadapi kondisi cuaca yang cenderung panas, kering, dan berangin, masyarakat diimbau menjaga kecukupan cairan, melindungi kulit dari paparan sinar matahari yang kuat, serta menggunakan pakaian hangat pada malam hingga dini hari. Kondisi udara kering dan angin kencang juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, sehingga masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran terbuka dan berhati-hati terhadap sumber api. Petani di wilayah yang mengalami keterbatasan air perlu mengatur penggunaan air secara efisien. Khusus aktivitas di perairan Pacitan, nelayan dan wisatawan perlu memperhatikan angin kencang, gelombang, dan arus laut, serta selalu mengikuti informasi dan batas keselamatan yang ditetapkan petugas. (Shabrina).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....