Kekeringan, BPBD Ngawi Telah Droping Ratusan Tanki Air Bersih
- 08 Sep 2026 07:54 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Ngawi - Sebanyak 19 dusun yang tersebar di tujuh kecamatan di Kabupaten Ngawi terdampak bencana kekeringan hingga awal September 2026. Wilayah yang teridentifikasi mengalami krisis air bersih meliputi Kecamatan Karanganyar, Pitu, Kasreman, Ngawi, Bringin, Karangjadi, dan Kedunggalar.
Dampak kekeringan di wilayah-wilayah ini mengerucut di area permukiman tertentu. Berdasarkan pendataan di lapangan, krisis air bersih umumnya berfokus pada titik pemukiman tertentu, mulai dari satu hingga tiga RT di tiap dusun terdampak.
Menanggapi kondisi ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi bersama BBWS, PMI, dan berbagai komunitas masyarakat telah memobilisasi bantuan air bersih. Hingga saat ini, sebanyak 110 tangki air bersih telah disalurkan ke titik-titik yang membutuhkan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ngawi, Yudha Herlambang, mengungkapkan bahwa intensitas pengiriman bantuan air mencapai 3 hingga 4 tangki per hari. "Penyaluran armada dilakukan secara terintegrasi menggunakan armada PMI berkapasitas 5.000 liter dan tangki BPBD berkapasitas 6.000 liter." kata Herlambang Senin 7 September 2026.
Herlambang melanjutkan puncak musim kemarau di wilayah Ngawi diprakirakan berlangsung hingga September, sementara potensi hujan diperkirakan baru mulai terjadi pada awal November. BPBD mengimbau para perangkat desa untuk aktif berkoordinasi agar proses pendistribusian air berjalan lancar dan tidak terjadi penumpukan bantuan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....