Ikhtiar untuk Mencintai Rasulullah SAW
- 05 Sep 2026 10:31 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Momentum bulan Rabiul Awwal, yang dikenal sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, menjadi waktu yang tepat bagi umat Islam untuk kembali menumbuhkan dan memperkuat rasa cinta kepada Rasulullah SAW.
Di setiap awal kegiatan, pertemuan, maupun acara yang bernuansa Islami, umat Islam kerap mendengarkan lantunan sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW dalam muqoddimah. Hal tersebut bukan sekadar ungkapan pembuka, tetapi memiliki makna mendalam sebagai bagian dari ikhtiar untuk mencintai dan meneladani Rasulullah SAW. Hal tersebut disampaikan KH. Pujianto, M.H.I., saat menjadi narasumber dalam acara Mutiara Pagi Programa 1 RRI Madiun, Sabtu 5 September 2026.
KH. Pujianto menjelaskan, salah satu alasan umat Islam memperbanyak sholawat dan salam kepada Rasulullah SAW adalah sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi. Untuk menumbuhkan kecintaan tersebut, umat Islam juga dapat mengenal lebih dekat kehidupan Rasulullah dengan membaca sejarah atau sirah nabawiyyah.
“Pertama karena termasuk cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW. Kedua, untuk menumbuhkan rasa cinta kepada Rasulullah bisa dengan membaca sejarah Baginda Nabi atau sirah nabawiyyah,” kata KH. Pujianto.
Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah juga perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dengan mengamalkan sunnah-sunnah beliau. Menurut KH. Pujianto, sunnah tidak seharusnya hanya dipilih yang dianggap mudah atau menyenangkan, tetapi juga mencakup keteladanan Rasulullah dalam akhlak dan budi pekerti.
“Ketiga, mengamalkan sunnah-sunnahnya. Tidak hanya mengamalkan amaliyah sunnah yang enak atau mudah saja, dan bahkan sering dijadikan guyonan. Ada banyak kesunahan yang harus kita terapkan, termasuk budi pekerti Rasulullah yang tinggi,” tambahnya.
Lebih lanjut, KH. Pujianto menyebutkan pentingnya menanamkan rasa rindu kepada Rasulullah SAW. Menurutnya, kecintaan dan kerinduan kepada Nabi dapat diwujudkan salah satunya dengan memperbanyak membaca sholawat.
“Keempat, menanamkan rasa rindu kepada baginda Nabi Muhammad SAW. Allah dan malaikat-Nya bersholawat kepada baginda nabi, maka kita sebagai umatnya harus membaca sholawat kepada nabi,” jelas KH. Pujianto.
Ia menambahkan, langkah kelima dalam ikhtiar mencintai Rasulullah SAW adalah dengan memperbanyak membaca sholawat. Momentum Rabiul Awwal diharapkan tidak hanya menjadi peringatan kelahiran Rasulullah SAW secara seremonial, tetapi juga menjadi sarana untuk semakin mengenal sejarah kehidupan Nabi, menghidupkan sunnah, meneladani akhlaknya, serta menumbuhkan rasa cinta dan rindu kepada Baginda Rasulullah SAW.
Dengan demikian, kecintaan kepada Rasulullah tidak berhenti pada ucapan sholawat, tetapi diwujudkan melalui perilaku dan kehidupan sehari-hari dengan mengikuti ajaran serta keteladanan yang telah dicontohkan Nabi Muhammad SAW.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....