Waduk Bendo Surut, Warga Beralih Jadi Petani Musiman

  • 03 Sep 2026 19:58 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Ponorogo - Surutnya air Waduk Bendo di Desa Ngadirojo, Kecamatan Sooko, Ponorogo, telah berlangsung sekitar empat bulan. Kondisi ini membuat hamparan lahan di kawasan hulu yang sebelumnya berada di bawah genangan, mulai terlihat dan bisa diolah warga.

Jagung dan kacang tanah menjadi komoditas utama yang ditanam, karena dinilai sesuai dengan kondisi lahan dan relatif cepat dipanen.

Seorang petani warga setempat, Tulus mengatakan warga memilih memanfaatkan lahan tersebut selama air waduk masih surut.

“Karena air surut ya kita manfaatkan. Sebagian besar jagung dan kacang tanah," ujarnya, kemarin.

Surutnya air waduk juga berdampak pada mata pencaharian warga. Aktivitas warga, seperti penyewaan perahu dan jasa wisata memancing, ikut berkurang.

Sebagian warga yang sebelumnya mengandalkan sektor wisata, kini beralih menjadi petani. Salah satu yang terdampak ialah Agung Margo.

“Dulu warga kalau air masih tinggi ya menyewakan perahu. Sekarang ya banyak menjadi petani," tuturnya.

Meski menjadi sumber penghasilan baru, lahan tersebut bukanlah lahan pertanian permanen. Jika debit Waduk Bendo kembali meningkat, lahan yang kini ditanami berpotensi kembali terendam.

Warga juga harus menggunakan pompa untuk mengambil air dari sungai guna mengairi tanaman. Bagi warga, lahan surut menjadi pilihan sementara untuk tetap mendapatkan penghasilan, di tengah berkurangnya aktivitas wisata di Waduk Bendo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....