Mengenal Ciri Inner Child yang Pengaruhi saat dewasa, Ini Peran Penting Orangtua

  • 31 Agt 2026 21:28 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Pengalaman yang dialami seseorang pada masa kanak-kanak dapat memengaruhi cara berpikir, merasakan, dan bertindak ketika memasuki usia dewasa. Salah satunya berkaitan dengan inner child, yaitu representasi pengalaman masa lalu yang masih dapat memengaruhi kepribadian seseorang hingga dewasa.

Sejumlah tanda yang dapat menunjukkan bahwa pengalaman masa kecil masih memberikan pengaruh dalam kehidupan seseorang saat dewasa. Salah satu tanda yang dapat terlihat adalah ketika seseorang sulit menerima pujian. Selain itu, orang tersebut cenderung terus berusaha menyenangkan orang lain demi mendapatkan penerimaan.

“Yang pertama biasanya adalah mereka, si orang dewasa ini, ketika mereka sulit menerima pujian, ketika mereka terus harus selalu berusaha menyenangkan orang lain, itu adalah beberapa tanda yang mungkin bisa jadi inner child-nya itu masih berpengaruh.” Hal tersebut disampaikan Psikolog sekaligus Founder Psikologianak.id dan Dosen Psikologi UKWMS kampus Madiun saat menjadi narasumber dalam program Teman Cerita di PRO 1 RRI Madiun, Selasa, 25 Agustus 2026.

Tanda lainnya adalah munculnya rasa takut ditolak secara berlebihan. Kondisi tersebut dapat berkembang menjadi perasaan bahwa dirinya tidak cukup baik ketika berada di tengah masyarakat. Pada tahap berikutnya, seseorang dapat menjadi sangat takut ketika aktivitas atau ucapannya dianggap salah maupun berpotensi melukai orang lain.

Meski demikian, Robik menegaskan bahwa inner child tidak dapat begitu saja dikategorikan sebagai sesuatu yang “rusak” atau tidak baik. Menurutnya, inner child merupakan representasi dari berbagai pengalaman yang terjadi pada masa lalu dan kemudian memengaruhi kehidupan seseorang di masa kini.

“Tetapi kita tidak bisa mengatakan bahwa inner child-nya itu rusak atau inner child-nya itu enggak bagus. Itu enggak gitu. Karena yang namanya inner child, kembali lagi, itu adalah sebuah representasi dari apa yang sudah terjadi di masa lalu sehingga memengaruhi cara kita berpikir, cara kita merasa, dan juga cara kita untuk bertindak.” Kata Robik

Sementara dalam proses tumbuh kembang anak, orangtua memiliki peran penting dalam membentuk cara anak memahami dirinya dan lingkungan di sekitarnya. Kabar baiknya, orangtua tidak dituntut untuk menjadi sosok yang sempurna. Anak justru membutuhkan pola pengasuhan yang cukup baik atau good enough parenting.

Beberapa hal sederhana dapat dilakukan orangtua, antara lain mendengarkan perasaan anak, memberikan rasa aman, meminta maaf ketika melakukan kesalahan, serta tidak hanya memberikan pujian berdasarkan hasil, tetapi juga menghargai usaha yang telah dilakukan anak.

Orangtua juga perlu membantu anak mengenali dan memahami emosinya. Sebab, anak belajar mengenal dirinya melalui cara orangtua merespons berbagai situasi dan perasaan yang mereka alami. Dengan demikian, pengalaman masa kecil memang dapat memberikan pengaruh, tetapi bukan berarti menentukan seluruh kehidupan seseorang ketika dewasa.

Karena itu, masyarakat juga diimbau tidak terburu-buru memberikan label kepada diri sendiri hanya karena menemukan konten mengenai inner child di media sosial. Jika terdapat pengalaman masa kecil yang masih terasa membebani, pengalaman tersebut layak untuk diakui dan dipahami. Namun, setiap orang tetap memiliki kesempatan untuk belajar, bertumbuh, dan membangun kehidupan yang lebih sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....