Hiasan Dunia yang Harus Dijaga
- 31 Agt 2026 12:18 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID,Madiun – Keindahan dan kenikmatan dunia merupakan bagian dari kehidupan manusia yang perlu disikapi secara bijak. Ustadzah Dra. Siti Komariyatiningsih, M.Pd.I., dalam program Mutiara Pagi, Rabu 26 Agustus 2026 yang membahas tema Hiasan Dunia, mengungkapkan berbagai kesenangan dunia dapat menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT apabila digunakan sesuai tuntunan agama.
Ustadzah Siti menjelaskan, Allah SWT telah menjadikan sejumlah hal di dunia tampak indah bagi manusia sehingga dapat menumbuhkan keinginan untuk memilikinya. Namun, keindahan tersebut tidak seharusnya membuat seseorang lalai terhadap kewajibannya. “Wanita itu hiasan dunia. Sebaik-baik hiasan adalah wanita yang salihah,” ujarnya Ustadzah Siti.
Selain wanita, anak-anak dan harta juga termasuk bagian dari hiasan kehidupan dunia. Anak dipandang sebagai amanah sekaligus investasi berharga yang harus dididik dengan baik. Sementara itu, harta seperti emas, perak dan kekayaan lainnya dapat memberikan manfaat apabila dikelola secara bertanggung jawab serta digunakan untuk kepentingan yang diridai Allah SWT.
Menurut Ustadzah Siti, kepemilikan harta tidak semestinya membuat seseorang terlena. Zakat dan sedekah menjadi salah satu cara agar harta memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. “Harta itu bisa membuat manusia berdecak kagum, tetapi harta itu juga bisa membuat yang mempunyai harta itu terjerumus,” katanya, seraya mengingatkan pentingnya mengambil pelajaran dari kisah Qarun yang terlena oleh kekayaan.
Dalam dialog tersebut, Ustadzah Siti juga mengingatkan pendengar agar tidak membalas kezaliman dengan perbuatan buruk. Ia menegaskan bahwa setiap perbuatan akan mendapatkan balasan dari Allah SWT, meskipun balasan tersebut tidak selalu datang dengan segera. “Jangan takut balasan dari orang itu, tapi takutlah aduh nanti balasannya ke saya atau ke anak saya atau ke cucu saya,” pesannya.
Ustadzah Siti juga mengajak masyarakat untuk tidak menjadikan kenikmatan dunia sebagai tujuan utama kehidupan. Wanita, anak, maupun harta seharusnya diperlakukan sebagai amanah yang dapat menjadi jalan menuju kebaikan dan ketakwaan. Ia juga mengingatkan pentingnya terus menebar kebaikan serta meminta maaf apabila melakukan kesalahan, sehingga kehidupan dunia dapat dijalani dengan penuh tanggung jawab dan tetap berorientasi pada kehidupan akhirat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....