Membakar Buku, Membakar Manusia: Menyalakan Api Literasi dari Karya Jemi Batin Tika
- 25 Agt 2026 13:43 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Budaya literasi di Indonesia kembali menjadi sorotan melalui karya terbaru penulis muda, penyair, sekaligus editor asal Indonesia, Jemi Batin Tikal. Lahir pada Oktober 1998, Jemi merupakan lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, dan kini berkarya di bidang penerbitan.
Karya terbaru Jemi berjudul Membakar Buku dengan subjudul Membakar Manusia. Buku tersebut secara gamblang merekam sekaligus menyampaikan kondisi terkini budaya literasi di Indonesia, terutama berdasarkan pengalaman penulis selama berkarya di Yogyakarta dan daerah asalnya, Bangka Belitung.
Hal itu disampaikan Dr. Ardi Wina Saputra, M.Pd., Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UKWMS Kampus Kota Madiun, saat menjadi narasumber dalam acara Ngobras PRO 1 RRI Madiun, Senin (24/8/2026).
Menurut Ardi, buku tersebut mengajak pembaca melihat lebih dekat berbagai kondisi literasi yang terjadi di lingkungan sekitar penulis.
“Kita sebenarnya diajak oleh penulisnya untuk mengetahui kondisi-kondisi literasi yang melingkupi lingkungan tempat ia berkarya atau juga di daerah tempat ia berasal,” kata Ardi.
Ia menjelaskan, Membakar Buku berisi kumpulan esai yang menjadi salah satu strategi Jemi untuk membangkitkan kembali semangat literasi di tengah masyarakat.
“Membakar Buku ini berisi kumpulan esai yang merupakan strategi dari penulis untuk membangkitkan semangat literasi bagi para pembacanya,” ujar Ardi.
Melalui esai-esainya, Jemi memaparkan kondisi literasi secara apa adanya. Denyut kehidupan literasi di Yogyakarta, tempat ia berkarya, hingga situasi literasi di Bangka Belitung sebagai daerah asalnya menjadi bagian yang disoroti dalam buku tersebut.
“Jemi sebenarnya memaparkan kondisi apa adanya tentang denyut-denyut literasi di wilayah utamanya ketika di Jogja saat penulis berkarya dan di tempat asalnya, Bangka Belitung,” tambah Ardi.
Bagi Ardi, kekuatan buku tersebut terletak pada cara Jemi menyampaikan gagasan. Persoalan literasi tidak disajikan dengan gaya yang berat ataupun menggurui, tetapi melalui tulisan yang ringan, dekat dengan realitas, dan tetap memiliki makna yang kuat.
Di akhir dialog, Ardi mengajak masyarakat, khususnya pendengar dan pemirsa RRI Madiun, untuk membaca Membakar Buku, Membakar Manusia. Menurutnya, buku tersebut merupakan bacaan yang ringan tetapi esensial, penuh makna, serta mampu membuka ruang refleksi mengenai kondisi literasi di Indonesia.
“Buku ini mampu menyalakan api-api kecil literasi di Indonesia,” pungkas Ardi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....