Lomba Sangkutan Layangan Meriahkan HUT ke-81 RI di Desa Bajulan Saradan

  • 24 Agt 2026 20:18 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Sebagai upaya melestarikan olahraga tradisional dan olahraga masyarakat, Pemerintah Desa Bajulan, Kecamatan Saradan, bersama Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Madiun menggelar lomba sangkutan layangan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan berlangsung selama empat hari 9-23 Agustus 2026 di Lapangan Tambakboyo, Desa Bajulan.

Lomba sangkutan layangan merupakan permainan tradisional ketika benang dua layang-layang saling bersentuhan atau tersangkut di udara. Peserta dituntut memiliki teknik untuk mengendalikan layangan dan memutus benang lawan.

Perlombaan ini mendapat antusias tinggi dari masyarakat. Kepala Desa Bajulan, Hari Purnomo mengatakan, lomba tersebut diikuti 78 peserta.

"Harapannya, kegiatan ini bisa berkembang menjadi lomba kreatif yang tidak hanya berskala desa, tetapi ke depan dapat ditingkatkan hingga tingkat kabupaten,” ujarnya, Minggu (23/8/2026).

Hari Purnomo berharap kegiatan tersebut semakin mempererat kerukunan warga. Ia menyebut semangat tersebut sejalan dengan cita-cita masyarakat Desa Bajulan melalui slogan “Bajulan Damai” atau “BADAI”.

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, turut bertanding melawan Kepala Desa Bajulan. Pertandingan tersebut dimenangkan Bupati Madiun.

Sementara itu, Camat Saradan, bertanding melawan perwakilan KORMI Kabupaten Madiun dan dimenangkan perwakilan KORMI.

Pada kesempatan itu, Bupati Madiun juga menyerahkan piala dan hadiah kepada para pemenang. Ia menyampaikan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya KORMI bersama pemerintah daerah dalam melestarikan olahraga masyarakat yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Luar biasa antusias seluruh masyarakat, khususnya adik-adik. Ini menjadi kegiatan positif untuk membangun kebersamaan antara anak-anak, generasi muda, hingga orang tua,” kata Hari.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat mengenalkan kembali permainan layangan kepada generasi muda. Menurutnya, bermain layangan tidak sekadar menaikkan layangan ke udara, tetapi juga membutuhkan teknik, kesabaran, dan usaha.

Selain pertandingan, masyarakat juga disuguhi pemandangan sejumlah layangan berbentuk naga yang menghiasi langit sore Desa Bajulan. Kehadiran layangan naga tersebut semakin menambah semarak suasana perlombaan.

Peringatan HUT ke-81 RI di Desa Bajulan juga diisi berbagai kegiatan lainnya. Pada pagi hari sebelum lomba layangan, masyarakat mengikuti jalan sehat dan senam bersama. Selanjutnya digelar kejuaraan catur, sedangkan rangkaian kegiatan akan ditutup dengan sholawatan di Balai Desa Bajulan pada 30 Agustus 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....