SPPG di Magetan Masih Dibayangi Dua Kendala: Kelayakan Dapur dan Dana Operasional
- 21 Agt 2026 00:02 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Magetan - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Magetan menghadapi persoalan berbeda pada sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ada dapur yang masih harus menyelesaikan pembenahan sebelum kembali beroperasi, sementara satu SPPG sempat menghentikan distribusi karena dana operasional belum masuk.
Petugas Satgas MBG Magetan Awang Arifaini Rudin mengatakan saat ini masih ada lima SPPG yang berstatus suspend. Kelima dapur tersebut belum dapat kembali melayani penerima manfaat karena masih memperbaiki sejumlah persyaratan teknis.
Pembenahan antara lain mencakup infrastruktur, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), serta tata ruang dapur. Salah satu yang diperhatikan adalah alur pergerakan barang agar bahan mentah dan makanan siap distribusi tidak saling berpotongan.
“Mereka masih melakukan perbaikan seperti alur barang masuk dan keluar. Itu tidak boleh bertubrukan. Harus satu jalur untuk mendukung higienitas dan sanitasi,” kata Awang, Kamis (20/8/2026).
Sementara itu, satu SPPG di Kecamatan Lembeyan telah kembali beroperasi setelah menjalani evaluasi selama sekitar tiga pekan. Dapur tersebut sebelumnya disuspend setelah sekitar 40 siswa mengalami keluhan kesehatan.
Namun, hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan keluhan para siswa bukan akibat makanan MBG. Awang menyebut hasil pemeriksaan menunjukkan mereka mengalami flu dan pilek.
“Hasil lab-nya karena mereka sakit flu dan pilek, bukan karena konsumsi MBG,” ujarnya.
Menurut Awang, SPPG Lembeyan telah kembali menyalurkan makanan setelah pengajuan pembukaan kembali disetujui.
“Sudah running kembali kemarin setelah pengajuan diaktifkan kembali,” katanya.
Dengan dibukanya kembali SPPG tersebut, jumlah dapur MBG yang masih berstatus suspend di Magetan menjadi lima unit.
Adapun persoalan lain terjadi di SPPG Magetan Kartoharjo Jajar. Dapur tersebut tidak melakukan distribusi MBG pada Rabu (19/8/2026) karena dana Bantuan Pemerintah untuk kebutuhan operasional belum diterima.
Awang membenarkan bahwa dana tersebut belum masuk ke rekening virtual atau virtual account yang digunakan SPPG untuk menjalankan kegiatan operasional.
“Iya, berarti virtual account-nya belum di-top up BGN (Badan Gizi Nasional),” ujarnya.
Pihak SPPG Magetan Kartoharjo Jajar sebelumnya telah menyampaikan pemberitahuan mengenai tidak adanya distribusi pada hari tersebut. Dalam pemberitahuan itu disebutkan dana Bantuan Pemerintah yang menjadi sumber pembiayaan operasional belum diterima.
Kondisi tersebut membuat distribusi MBG di SPPG Kartoharjo Jajar dihentikan sementara. Persoalan ini berbeda dengan lima SPPG yang masih disuspend karena pembenahan sarana dan persyaratan teknis.
Di Magetan, evaluasi terhadap operasional SPPG masih berjalan untuk memastikan dapur yang melayani program MBG memenuhi persyaratan, baik dari sisi fasilitas maupun kesiapan operasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....