Bulog Madiun Salurkan Bantuan Pangan Bagi 11.625 Penerima
- 20 Agt 2026 22:31 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Kota Madiun – Perum Bulog Cabang Madiun mulai menyalurkan bantuan pangan kepada 11.625 penerima di Kota Madiun. Bantuan dari pemerintah pusat tersebut berupa beras sebanyak 30 kilogram untuk setiap penerima, yang merupakan alokasi tiga bulan sekaligus, yakni Juli, Agustus, dan September.
Penyaluran bantuan kini bergulir di 27 kelurahan di Kota Madiun. Bulog menargetkan seluruh bantuan rampung didistribusikan pada awal September mendatang.
Pemimpin Cabang Perum Bulog Cabang Madiun Agung Sarianto mengatakan, penyaluran bantuan pangan tersebut telah dimulai sejak 19 Agustus. Distribusi perdana dilakukan dalam kegiatan wali kota bersama rakyat dan berlanjut di Lapak Kampir, Kelurahan Kanigoro, Rabu, 19 Agustus 2026.
"Alhamdulillah sudah kita mulai. Tadi malam kita mulai di Lapak Kanigoro," kata Agung.
Dia menjelaskan, setiap penerima akan mendapatkan 10 kilogram beras untuk setiap alokasi bulan. Karena bantuan yang disalurkan mencakup tiga bulan, masing-masing penerima memperoleh total 30 kilogram beras.
"Untuk penerima bantuan pangan sendiri di Kota Madiun ada 11.625. Ini bantuan pangan alokasi Juli, Agustus, dan September. Masing-masing penerima mendapatkan 10 kilogram per alokasi, sehingga totalnya 30 kilogram," ujarnya.
Agung optimistis penyaluran di Kota Madiun dapat selesai lebih cepat dari target nasional. Bulog menargetkan distribusi rampung pada awal September, sedangkan batas akhir penyaluran secara nasional ditetapkan 30 September.
Terkait kualitas beras, Agung meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan beras yang dinilai kurang baik. Laporan dapat disampaikan melalui kelurahan atau petugas yang berada di lokasi penyaluran.
"Kalau ada beras yang kualitasnya kurang bagus, monggo dilaporkan lewat kelurahan atau desa. Nanti tim kami yang akan mengganti langsung. Insyaallah dalam 2x24 jam kami ganti," ujarnya.
Agung memastikan Bulog memiliki prosedur untuk menjaga kualitas beras selama penyimpanan di gudang. Perawatan dilakukan secara berkala untuk mencegah beras rusak atau terserang hama.
"Setiap bulan ada perawatan kualitas dengan spraying. Kemudian setiap tiga bulan ada fumigasi supaya kutu tidak ke mana-mana," ucapnya.
Beras yang kondisinya dinilai kurang baik juga dapat diolah kembali sebelum disalurkan kepada masyarakat.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan bantuan tersebut merupakan program pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang disalurkan dengan menggandeng Bulog. Pemerintah Kota Madiun turut membantu proses distribusi kepada masyarakat sesuai data penerima.
"Hari ini kami mendistribusikan bantuan pangan dari pusat, yaitu 30 kilogram beras per orang atau sesuai penerima berdasarkan data," kata Bagus.
Dia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat yang berhak menerima. Bagus juga mengingatkan agar bantuan beras tidak diperjualbelikan.
"Pesan saya, jangan dijual. Tinggal menambahi sayur dan lauk," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....