Harga Tomat Anjlok di Magetan, Petani Hanya Terima Rp1.500 per Kilogram
- 19 Agt 2026 04:41 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Magetan - Hasil panen tomat yang melimpah tidak otomatis membuat petani di Kabupaten Magetan mendapat keuntungan. Memasuki Agustus 2026, harga tomat justru merosot tajam, bahkan di tingkat petani hanya tersisa sekitar Rp1.500 per kilogram.
Kondisi tersebut dirasakan petani tomat di Desa Buluharjo, Kecamatan Plaosan. Sugito, salah seorang petani, mengatakan harga jual tomat pada musim panen Agustus tahun ini jauh lebih rendah dibandingkan musim sebelumnya.
"Kalau di harga petani sekarang tinggal Rp1.500 per kilogram. Padahal hasil panennya bagus. Minimal kalau mau untung itu harganya Rp2.500 per kilogram, ini malah jauh di bawahnya," kata Sugito.
Menurut dia, pada musim panen sebelumnya harga tomat masih berada di kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per kilogram. Penurunan harga membuat hasil panen yang seharusnya menjadi sumber pendapatan justru tidak memberikan keuntungan yang memadai.
Sugito berharap harga tomat kembali naik sehingga petani masih memiliki modal dan keuntungan untuk melanjutkan budidaya pada musim tanam berikutnya.
Kondisi serupa juga terlihat di tingkat pedagang. Warsini, pedagang sayuran di Pasar Sayur Magetan, mengatakan harga tomat di lapak saat ini hanya sekitar Rp5.000-Rp6.000 per kilogram. Harga tersebut turun dibandingkan sebelum Agustus yang masih mencapai Rp8.000-Rp10.000 per kilogram untuk tomat kualitas super.
"Kalau masuk bulan Agustus itu harganya anjlok. Sebelum Agustus bisa sampai Rp10.000 per kilogram untuk tomat super. Sekarang cuma Rp6.000. Tidak tahu penyebabnya, tapi hampir setiap tahun seperti ini," ujar Warsini saat ditemui di lapaknya, Rabu (19/8/2026).
Meski harga turun, pasokan tomat dari wilayah Plaosan dan sekitarnya masih relatif aman. Warsini juga menilai kualitas tomat yang masuk ke pasar cukup baik.
Penurunan harga tidak hanya terjadi pada tomat. Sejumlah komoditas sayuran lain juga mengalami perubahan harga. Mentimun, misalnya, kini dijual sekitar Rp14.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp18.000.
Harga bawang merah juga turun separuh, dari sekitar Rp60.000 menjadi Rp30.000 per kilogram. Sementara cabai keriting turun dari Rp40.000 menjadi Rp35.000 per kilogram.
Namun, tidak semua komoditas mengalami penurunan. Harga cabai rawit dan kentang justru masih mengalami kenaikan. Di tengah perubahan harga tersebut, Warsini menyebut aktivitas jual beli di pasar masih cenderung sepi.
"Beberapa memang turun. Yang naik itu cabai rawit, kentang dan beberapa lainnya. Tidak tahu normalnya kapan. Jualannya masih segini-segini saja, pasarnya sepi," katanya.
Fenomena turunnya harga tomat setiap memasuki Agustus disebut pedagang sudah berlangsung selama beberapa tahun. Namun, hingga kini mereka belum mengetahui secara pasti faktor yang menyebabkan pola penurunan harga tersebut berulang pada periode yang sama.
Bagi petani, persoalan utama bukan sekadar fluktuasi harga, melainkan selisih harga yang cukup jauh antara tingkat petani dan pasar. Saat petani hanya menerima Rp1.500 per kilogram, konsumen di pasar masih harus membeli tomat dengan harga sekitar Rp5.000-Rp6.000 per kilogram.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....