Cuaca Madiun Raya 19-21 Agustus, Cerah - Cerah Berawan, Pagi Suhu Udara Berkisar 18–26 °C

  • 19 Agt 2026 11:26 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nganjuk merilis, hasil monitoring Dasarian I Agustus 2026 menunjukkan kondisi iklim yang cenderung mendukung terbentuknya atmosfer kering di Jawa Timur. Hal itu ditandai IOD positif dengan indeks +0,467 (Juli: +0,242) dan El Niño dengan intensitas sangat kuat berdasarkan nilai SSTA Nino3.4 sebesar +2,75 (Juli: +2,19). Pengamat Meteorologi dan Geofisikan BMKG Nganjuk Setiyaris mengungkapkan, kondisi tersebut didukung oleh menguatnya kembali Monsun Australia yang membawa massa udara relatif kering menuju wilayah Indonesia, serta meningkatkan kecepatan angin. Sehingga suplai uap air dan pembentukan awan hujan cenderung berkurang. Sejalan dengan kondisi tersebut, curah hujan di Jawa Timur secara umum diprakirakan berada pada kategori rendah. Sedangkan cuaca wilayah Madiun Raya mulai pagi, siang, malam hingga pagi hari didominasi cerah hingga cerah berawan.

”Prospek cuaca wilayah Madiun Raya untuk 3 hari ke depan didominasi oleh kondisi cerah hingga cerah berawan dengan peluang hujan yang sangat rendah,” ungkap Setiyaris, Rabu 19 Agustus 2026.

  • Pagi Hari, cuaca udara kabur (mist) hingga kabut tipis di wilayah kaki gunung dan pesisir, kemudian berangsur berubah menjadi cerah dan terik. Suhu udara berkisar 18–26 °C, dengan kelembapan relatif mencapai 75–90%. Angin bertiup dari arah timur-tenggara dengan kecepatan sekitar 5–15 km/jam.

  • Siang Hari, cuaca cerah berawan hingga cerah terik dengan potensi hujan sangat rendah. Suhu udara berkisar 31–34 °C, kelembapan relatif 40–55%, sehingga udara terasa cukup kering dan gersang. Angin bertiup kencang dan relatif konstan dari arah tenggara dengan kecepatan sekitar 15–25 km/jam.

  • Malam hingga Dini Hari, cuaca cerah berawan hingga berawan tipis pada malam hari dan berangsur menjadi cerah dengan potensi udara kabur atau kabut tipis di beberapa wilayah menjelang dini hari. Suhu udara berkisar 22–26 °C malam hari dan menurun menjadi 17–21 °C pada dini hari. Kelembapan relatif meningkat dari 60–75% menjadi 80–95%. Angin berangsur melemah dari arah timur-tenggara dengan kecepatan 10–15 km/jam pada malam hari, kemudian melemah dari arah timur dengan kecepatan 2–5 km/jam pada dini hari.

Setiyaris menghimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau terhadap potensi kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), serta angin kencang. Kemudian Nelayan dan wisatawan di pesisir Pacitan diharapkan memantau kondisi gelombang dan menghindari aktivitas di laut saat gelombang tinggi. Masyarakat juga diimbau menghemat penggunaan air serta terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari instansi resmi. (Shabrina).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....