Tantangan Petani Waduk Pondok: Manfaatkan Air Surut, Untung Rugi Tanggung Sendiri

  • 18 Agt 2026 09:37 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Ngawi — Sejumlah petani di sekitar kawasan Waduk Pondok, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, menghadapi tantangan dalam mengelola tanaman pertanian mereka. Suwarno, salah seorang petani setempat, mengungkapkan bahwa aktivitas pertanian yang memanfaatkan tepian waduk saat air surut ini seringkali diwarnai ketidakpastian hasil panen.

Di kawasan tersebut, para petani umumnya memanfaatkan lahan di tepian waduk untuk menanam sejumlah komoditas seperti jagung, tembakau, hingga kacang tanah. Namun, keberhasilan panen sangat bergantung pada siklus surutnya air waduk yang tidak menentu setiap tahunnya.

"Belum tentu, kadang panen, kadang nggak. Kalau hujan, banyu (air) kan tambah, akhirnya nggak manen, permainan tenggelam," ujar Suwarno.

Suwarno melanjutkan kondisi seperti ini membuat risiko kerugian usaha tani sepenuhnya ditanggung oleh para petani secara mandiri. Aktivitas harian warga selain bertani di tepian waduk terbilang minim, dengan sebagian warga juga mengandalkan lahan di sekitar hutan (baon) untuk menanam jagung.

Terkait hasil panen, Suwarno menyebutkan bahwa dalam kondisi normal atau saat waktu surut mendukung, petani biasanya hanya dapat memanen sebanyak satu kali dalam setahun, yakni pada rentang bulan Juli hingga Oktober. Kendala utama yang kerap dihadapi meliputi faktor cuaca, kekurangan pasokan air akibat lokasi lahan yang jauh, hingga ancaman banjir ketika air waduk pondok kembali naik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....