KM DMI Madiun Dilantik, Bupati Dorong Sinergi Dakwah

  • 15 Agt 2026 07:51 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun — Pimpinan Daerah Korps Muballighah Dewan Masjid Indonesia (KM DMI) Kabupaten Madiun periode 2026–2031 resmi dilantik di Graha Mangga, Hotel Setia Budi, Madiun, Jumat (14/8/2026) sore.

Pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran muballighah dalam kegiatan dakwah dan pemberdayaan perempuan berbasis masjid di Kabupaten Madiun.

Kegiatan mengusung tema “Penguatan Peran Muballighah dalam Meneladani Syiar Islam dan Memakmurkan Masjid menuju Madiun Maju, Religius dan Berdaya.” Sejumlah unsur pemerintah daerah, organisasi keagamaan, dan lembaga terkait hadir dalam kegiatan tersebut.

Di antaranya Bupati dan Wakil Bupati Madiun, Pengurus Pusat KM DMI, Abdullah Muhdi dari Komisi A DPRD Jawa Timur, Ketua DMI Kabupaten Madiun, Ketua MUI Kabupaten Madiun, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Madiun, Ketua Baznas Kabupaten Madiun, serta pimpinan organisasi masyarakat Islam perempuan.

Dalam sambutannya, Bupati Madiun menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan muballighah dalam membina kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.

“Kehadiran KM DMI Kabupaten Madiun menjadi mitra yang sangat strategis bagi pemerintah daerah. Kami berharap terbangun sinergi yang kokoh antara para muballighah dan pemerintah dalam membina mental spiritual masyarakat, memperkuat ketahanan keluarga, serta mewujudkan Madiun yang lebih maju, religius, dan berdaya,” ujarnya.

Ketua PD DMI Kabupaten Madiun, Anwar Soleh Azarkoni, menyambut positif pelantikan KM DMI sebagai badan otonom DMI Kabupaten Madiun.

“Kami menyambut baik dan penuh optimisme atas dilantiknya pengurus KM DMI Kabupaten Madiun. Kehadiran para da’iyah ini akan menjadi energi baru dalam memakmurkan masjid, khususnya melalui pembinaan jemaah perempuan dan majelis taklim hingga ke tingkat desa,” katanya.

Sementara itu, Ketua KM DMI Kabupaten Madiun terlantik, Ulfatul Hasanah, menyatakan kesiapan jajaran pengurus untuk segera menjalankan program kerja prioritas.

Program tersebut mencakup pelatihan dakwah, advokasi, serta pemberdayaan ekonomi umat. Program kerja itu diharapkan dapat memperkuat kontribusi muballighah dalam pembinaan masyarakat melalui masjid.

Rangkaian pelantikan ditutup dengan doa bersama, ramah tamah, dan foto bersama para tamu undangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....