5 Tebusan Kenikmatan Surga

  • 14 Agt 2026 16:59 WIB
  •  Madiun
Poin Utama
  • Surga bukan hanya janji akhirat tetapi dapat dihadirkan dalam kehidupan sehari-hari melalui pola pikir dan tindakan yang tepat.
  • Kunci kebahagiaan hidup terletak pada kemampuan untuk bersyukur, bersabar, dan merasa cukup atas apa yang diberikan Allah SWT.
  • Menata hati dengan baik, sabar, dan ikhlas memungkinkan seseorang merasakan kedamaian seperti surga saat masih di dunia (baiti jannati).

RRI.CO.ID, Madiun - Banyak orang mengira kebahagiaan surgawi hanyalah sebuah janji di akhirat, namun Ustadzah Dra. Siti Komariyatiningsih, M.Pd.I dalam kajian Mutiara Pagi Programa 1 RRI Madiun, Rabu 12 Agustus 2026 mengungkapkan bahwa surga sebenarnya bisa ditebus dan dihadirkan dalam kehidupan sehari-hari melalui pola pikir serta tindakan yang tepat.

Dalam paparannya, Ustadzah Siti menekankan pentingnya menata hati agar mampu merasakan kedamaian layaknya surga saat masih di dunia atau baiti jannati. Beliau menyampaikan bahwa kunci kebahagiaan hidup terletak pada kemampuan diri untuk bersyukur, bersabar, dan merasa cukup atas apa yang diberikan oleh Allah SWT. "Kalau kita bisa menata hati kita dengan baik, kita bisa sabar, ikhlas, ya kita akan bagaikan di surga," ungkapnya.

Langkah pertama untuk meraih kenikmatan surga menurut Ustadzah Siti adalah kemampuan menahan hawa nafsu. Ustadzah yang akrab disaa Bunda Siti ini menjelaskan bahwa seorang Muslim harus cerdas dalam memprioritaskan kebutuhan hidup agar tidak mudah tergiur oleh gemerlap duniawi yang bersifat sementara Hal ini harus dibarengi dengan sikap tidak terikat pada dunia secara berlebihan, di mana dunia cukup diletakkan di tangan, bukan di dalam hati. "Dunia itu di tangan jangan dimasukkan di hati," tegas Ustadzah Siti.

Poin ketiga yang disampaikan adalah pentingnya menjaga ketaatan yang dibarengi dengan sikap tawakal yang utuh. Setelah berikhtiar secara maksimal, seorang hamba harus pasrah sepenuhnya kepada ketetapan Allah. Menurutnya, "Wong sing duwe pikiran ngono ki l wong kok suargo ki isine gur husnudon (baik sangka kepada Allah)," jelasnya mengenai pentingnya berprasangka baik atas setiap takdir yang diterima.

Selain aspek personal, Ustadzah Siti juga menyoroti pentingnya lingkungan pergaulan atau mencari teman yang saleh sebagai poin keempat. Beliau mengingatkan bahwa surga akan dimasuki secara berkelompok, sehingga memilih lingkungan yang positif menjadi sangat krusial. Sebagai penutup dan poin kelima, beliau mengajak seluruh pendengar untuk senantiasa memohon akhir kehidupan yang baik dalam setiap doa, yaitu memohon husnul khatimah.

Dengan menyeimbangkan usaha, doa, dan pengendalian diri, setiap muslim diharapkan mampu meraih ketenangan jiwa di dunia sekaligus mengharapkan balasan kenikmatan surga yang kekal di akhirat kelak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....