Dua Bulan, 18 Kebakaran Terjadi di Kota Madiun

  • 14 Agt 2026 07:36 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Kota Madiun - Warga Kota Madiun perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Sebanyak 18 kejadian kebakaran tercatat melanda wilayah Kota Madiun sepanjang Juli hingga Agustus 2026. Mayoritas kejadian terjadi di lahan kosong maupun kebun.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kota Madiun Agus Purwo Widagdo mengatakan, tren kebakaran selama sebulan terakhir menunjukkan peningkatan pada lahan atau kebun.

Kondisi cuaca yang cenderung kering turut membuat api lebih mudah menjalar. Terlebih, masih ditemukan masyarakat yang membakar sampah atau material kering di lahan.

"Yang sekarang trennya satu bulan terakhir ini kebakaran di kebun-kebun," kata Agus.

Karena itu, Agus mengimbau masyarakat tidak sembarangan membakar sampah, terutama di kebun maupun lahan kosong. Sebab, api yang semula kecil dapat dengan cepat membesar dan merembet ke area sekitar.

Menurut dia, beberapa kejadian juga dipicu kelalaian. Masyarakat meninggalkan lokasi ketika api belum benar-benar padam. Bara yang masih tersisa kemudian kembali membesar dan memicu kebakaran.

"Jangan membakar sampah di kebun. Banyak kebakaran karena ada orang-orang yang tidak bertanggung jawab membakar di lahan-lahan kosong," tegasnya.

Selain faktor kelalaian, kondisi lahan yang kering membuat material seperti sampah dan semak-semak mudah tersulut. Hal tersebut meningkatkan risiko api cepat membesar, terutama ketika tidak segera ditangani.

Untuk menekan angka kejadian, Satpol PP dan Damkar Kota Madiun terus melakukan mitigasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Edukasi tidak hanya menyasar kawasan permukiman, tetapi juga tempat usaha dan pertokoan.

Agus menyebut kebakaran di rumah tangga umumnya dipicu peralatan memasak, terutama kompor. Sementara di tempat usaha, salah satu penyebab yang kerap ditemukan adalah korsleting listrik.

"Kami ke masyarakat langsung terkait pencegahan kebakaran yang ada di rumah tangga. Kemudian juga pencegahan kebakaran di tempat-tempat usaha, pertokoan, dan sebagainya," ujarnya.

Dia berharap masyarakat tidak hanya mengandalkan petugas pemadam kebakaran ketika terjadi insiden. Pencegahan sejak awal dinilai menjadi langkah paling efektif untuk mengurangi risiko kebakaran, terlebih saat kondisi cuaca kering.

Masyarakat juga diminta memastikan api benar-benar padam setelah melakukan aktivitas yang melibatkan pembakaran. Jangan meninggalkan lokasi sebelum memastikan tidak ada bara yang berpotensi kembali menyala.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....