In This Economy, Penjual Bendera Agustusan Keluhkan Sepi Pembeli

  • 13 Agt 2026 09:18 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Magetan - “In this economy,” mungkin itu yang paling menggambarkan kondisi penjualan bendera dan umbul-umbul menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun ini. Alih-alih ramai pembeli, pedagang bendera di Magetan justru mengeluhkan penjualan yang masih sepi.

Warjang (27), pedagang bendera yang mangkal di Jalan Raya Takeran, mengatakan omzet penjualannya tahun ini turun hampir 50 persen dibandingkan musim sebelumnya.

“Kalau dibandingkan tahun lalu, turunnya jauh, hampir 50 persen,” kata Warjang, Kamis (13/8/2026).

Padahal, pada musim sebelumnya, pedagang asal Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, itu bisa mengantongi omzet sekitar Rp1 juta dalam sehari. Selama berjualan sekitar dua pekan, omzet kotor yang diperolehnya mencapai sekitar Rp14 juta.

Tahun ini, kondisinya berbalik. Dalam sehari, lima bendera atau umbul-umbul terjual sudah dianggap cukup. Nilai penjualannya sekitar Rp150 ribu.

“Sekarang sehari laku lima saja sudah Alhamdulillah,” ujarnya.

Warjang menilai sepinya pembeli tidak lepas dari kondisi ekonomi masyarakat. Selain itu, kemudahan membeli bendera secara daring turut memengaruhi pedagang yang mengandalkan penjualan secara langsung.

“Faktor online, kemudian faktor ekonomi juga. Bendera yang dibeli tahun lalu masih bisa dipakai sekarang,” katanya.

Bendera model panjang atau bandir masih menjadi salah satu jenis yang paling banyak dicari. Harganya bervariasi, mulai Rp5.000 untuk ukuran kecil hingga sekitar Rp25.000 untuk ukuran lebih besar.

Warjang mulai berjualan di Magetan sejak 31 Juli 2026. Ia membawa berbagai jenis bendera dan umbul-umbul dari Majalaya, Bandung, untuk dijual hingga beberapa hari menjelang 17 Agustus.

Jika pada musim sebelumnya stok yang dibawa bisa terserap dalam jumlah besar, tahun ini ia memperkirakan hanya sekitar empat kodi barang yang terjual.

Penurunan penjualan juga membuat pendapatannya tak banyak tersisa setelah digunakan untuk memenuhi kebutuhan selama berada di Magetan. Ia menyebut hasil jualan tahun ini paling tidak hanya cukup untuk menutup biaya, bahkan berpotensi merugi.

Warjang masih akan bertahan berjualan hingga sekitar 14 Agustus. Setelah itu, ia berencana kembali ke Bandung.

“Semoga beberapa hari ke depan semakin banyak yang laku,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....