Mengintip Semarak Agustusan di Balik Tembok Rutan Magetan
- 12 Agt 2026 05:48 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Magetan - Suasana peringatan Hari Kemerdekaan tidak hanya terasa di lingkungan masyarakat. Di balik tembok Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Magetan, warga binaan juga ikut merasakan kemeriahan Agustusan melalui berbagai perlombaan.
Sejumlah permainan khas perayaan kemerdekaan digelar untuk mengisi waktu sekaligus memberi ruang bagi warga binaan untuk beraktivitas bersama. Mulai dari bola voli, bulu tangkis, hingga lomba tradisional seperti tarik tambang, memasukkan koin ke dalam jeruk, dan balap karung.
Kepala Rutan Kelas IIB Magetan, Ari Rahmanto, mengatakan rangkaian perlombaan tersebut menjadi bagian dari kegiatan menyambut Hari Kemerdekaan yang melibatkan warga binaan.
“Untuk kegiatan Agustusan, ada berbagai macam lomba. Ada bola voli, bulu tangkis, kemudian lomba tradisional seperti tarik tambang, koin dalam jeruk, dan balap karung,” ujar Ari, Selasa (11/8/2026).
Bagi warga binaan, perlombaan menjadi salah satu kesempatan untuk keluar sejenak dari rutinitas pembinaan yang mereka jalani setiap hari. Persaingan dalam permainan pun berlangsung dalam suasana kebersamaan, tanpa menghilangkan aturan dan tata tertib yang berlaku di dalam rutan.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari aktivitas pembinaan sosial bagi warga binaan. Mereka tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga tetap diberi kesempatan untuk berinteraksi, berolahraga, dan membangun kebersamaan dengan sesama penghuni rutan.
Di tengah keterbatasan ruang, kegiatan itu tetap dilakukan. Rutan Magetan saat ini dihuni hampir 200 warga binaan, jauh di atas kapasitas ideal yang hanya 111 orang.
Meski mengalami kelebihan kapasitas, Ari menyebut aktivitas warga binaan tetap diupayakan berjalan, termasuk kegiatan olahraga dan perlombaan dalam rangka peringatan kemerdekaan.
“Masih bisa. Belum sampai tempat tidurnya bertingkat seperti di beberapa UPT lain. Area yang ada masih bisa dimanfaatkan,” katanya.
Selain perlombaan, Rutan Magetan juga menjadwalkan kegiatan donor darah yang melibatkan petugas dan pengunjung. Sementara dari sisi kesehatan, kondisi warga binaan secara umum disebut cukup baik.
Rutan memiliki satu dokter dan dua perawat yang bersiaga selama 24 jam. Pendampingan psikologis juga diberikan bagi warga binaan yang membutuhkan, dengan dukungan 13 peserta magang, termasuk dari bidang psikologi.
Bagi warga binaan, perayaan Agustusan akhirnya bukan sekadar soal siapa yang menjadi juara. Di ruang yang terbatas, lomba-lomba sederhana itu menjadi kesempatan untuk berolahraga, bercanda, dan membangun kembali suasana kebersamaan di tengah masa pembinaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....