Cuaca Madiun Raya 3 - 5 Agustus, Cerah – Cerah Berawan, Siang Hari Cuaca Terik dan Kering

  • 03 Agt 2026 12:38 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Jawa Timur dalam 3 hari ke depan masih didominasi pengaruh Monsun Australia yang membawa massa udara kering dan relatif dingin. Kondisi ini mendukung cuaca cerah hingga berawan di sebagian besar wilayah seiring berlangsungnya puncak musim kemarau. Analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika - BMKG menunjukkan, peluang curah hujan rendah mencapai lebih dari 90%, disertai potensi peningkatan kecepatan angin di beberapa wilayah. Selain itu, fenomena El Niño yang saat ini berada pada fase kuat di Indonesia turut memperkuat musim kemarau, sehingga menyebabkan kondisi menjadi lebih kering, suhu udara lebih panas, dan durasi musim kemarau lebih panjang dibandingkan kondisi normal. Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG Nganjuk Setiyaris mengatakan, meskipun demikian, masih terdapat potensi hujan lokal dengan intensitas ringan hingga sedang di sejumlah wilayah, terutama pada siang hingga sore atau malam hari akibat pemanasan permukaan, konvergensi angin lokal, serta pengaruh topografi di kawasan pegunungan dan sekitarnya. Sedangkan untuk cuaca wilayah Madiun Raya diprakirakan didominasi cuaca cerah hingga cerah berawan dengan potensi hujan yang sangat rendah dalam tiga hari ke depan.

“Pagi hari cuaca cerah hingga cerah berawan, di kawasan dataran rendah. Sementara itu, udara kabur (haze) hingga kabut tipis berpotensi terjadi di wilayah lereng pegunungan Magetan dan Ponorogo, serta di sebagian pesisir selatan Pacitan. Suhu udara berkisar 17–24°C. Kelembapan udara 75–95%, sedangkan angin bertiup dari Timur-Tenggara dengan kecepatan 5–15 km/jam,” jelas Setiyaris, Senin, 3 Agustus 2026.

Sedangkan Siang hari, cuaca cerah terik dengan tutupan awan yang sangat minim. Suhu udara berkisar 28–35°C, dengan suhu maksimum 34–35°C berpotensi terjadi di wilayah Ngawi dan Madiun. Kelembapan udara relatif rendah, berada pada kisaran 35–55%, sehingga udara terasa lebih panas dan kering. Angin bertiup dari Timur-Tenggara dengan kecepatan 20–35 km/jam, disertai embusan yang dapat terasa cukup kencang di wilayah pesisir, dataran terbuka, dan pegunungan. Kemudian pada malam hari, cuaca cerah dengan langit minim tutupan awan. Suhu udara berkisar 15–21°C, sedangkan di kawasan lereng Gunung Lawu, khususnya wilayah Magetan suhu dini hari berpotensi turun dibawah 15°C. Kelembapan udara berada pada kisaran 65–85%, sementara angin bertiup dari arah Tenggara dengan kecepatan 10–20 km/jam, yang cenderung lebih lemah dibandingkan pada siang hingga sore hari.

Setiyaris menghimbau masyarakat tetap menjaga kesehatan dengan mencukupi kebutuhan cairan, menggunakan pelindung dari paparan sinar matahari, serta mengenakan pakaian hangat pada malam hingga dini hari. Masyarakat juga diharapkan tidak membakar sampah maupun lahan karena kondisi cuaca kering dan angin yang cukup kencang meningkatkan risiko kebakaran. Sementara itu, nelayan dan wisatawan di pesisir Pacitan diimbau mewaspadai potensi angin kencang dan gelombang tinggi.(Shabrina).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....