Kemarau, Warga Mengandalkan Satu Sumber Mata Air Tersisa untuk Kebutuhan

  • 01 Agt 2026 09:21 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, NGAWI — Dampak musim kemarau lebih terasa di sebagian wilayah Kabupaten Ngawi. Antaralain bagi Warga Dusun Tambak Selo, Desa Banyuurip, Kecamatan Ngawi. Mereka harus berjuang keras mendapatkan air bersih setelah beberapa sumber air di wilayah itu mengering selama dua bulan terakhir.

Saat ini, warga hanya mengandalkan sumber mata air yang masih tersisa di wilayah itu untuk memenuhi kebutuhan harian puluhan kepala keluarga.

Warga setempat Suratno, mengungkapkan kondisi krisis air bersih di wilayahnya semakin memprihatinkan. Satu titik sumber air yang tersisa kini harus dibagi untuk puluhan keluarga, bahkan dari dukuh tetangga.

"Sangat sulit air bersih di sini. Yang mengandalkan titik ini ada sekitar 25 sampai 30 KK, karena warga dari dukuh sebelah juga ambil air di sini. Sumur biasa dengan kedalaman 30–40 meter airnya masih tawar, tapi kalau digali di kedalaman 50–70 meter airnya justru asin. Baru kalau di atas 100 meter bisa dapat air tawar lagi," jelas Suratno.

Hal senada disampaikan Lilik, warga Tambak Selo lainnya. Keringnya sumur-sumur warga membuat aktivitas penting seperti memasak, minum, dan mandi menjadi sangat terganggu. Ia dan warga lain terpaksa harus mengantre dan berjalan kaki bolak-balik demi mengangkut air.

"Sudah sekitar dua bulan sumur-sumur warga mengering. Sekarang tinggal satu sumber ini yang tersisa. Kami harus mengantre, sehari bisa bolak-balik mengangkut air 5 sampai 10 kali dengan berjalan kaki," ujar Lilik, Sabtu 1 Agustus 2026.

Warga Dusun Tambak Selo sangat berharap adanya perhatian dan penanganan cepat dari pemerintah daerah maupun instansi terkait. Harapannya agar segera ada pembagian/penyaluran air bersih untuk kebutuhan darurat. Selain itu, harapannya pula ada bantuan pembuatan sumur bor untuk air bersih.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....