Ecoenzyme, Solusi Cerdas Ubah Limbah Menjadi Cairan Pembersih Bernilai

  • 31 Jul 2026 13:23 WIB
  •  Madiun
Poin Utama
  • Ecoenzyme adalah inovasi sederhana yang mengubah limbah kulit buah menjadi cairan pembersih serbaguna dengan nilai ekonomi tinggi.
  • Dosen Teknik Kimia Universitas PGRI Madiun, Sri Wahyuningsih, mengajarkan masyarakat cara membuat ecoenzyme secara mandiri menggunakan kulit buah jeruk atau nanas serta gula merah.
  • Program edukasi ini disampaikan melalui Green Radio programa 1 RRI Madiun pada Sabtu 25 Juli 2026 untuk meningkatkan kesadaran tentang gaya hidup ramah lingkungan.

RRI.CO.ID, Madiun - Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya gaya hidup ramah lingkungan, ecoenzyme hadir sebagai inovasi sederhana yang membawa manfaat besar. Limbah rumah tangga, khususnya sisa kulit buah, kini tidak lagi sekadar menjadi sampah, melainkan dapat diolah menjadi cairan pembersih serbaguna yang memiliki nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat.

Edukasi mengenai pemanfaatan limbah ini disampaikan oleh dosen Teknik Kimia Universitas PGRI Madiun, Sri Wahyuningsih, S.Si., M.Si., dalam program acara Green Radio programa 1 RRI Madiun, Sabtu 25 Juli 2026. Menurutnya Dosen yang akrab disapa Cici ini, masyarakat dapat memanfaatkan sisa kulit buah seperti jeruk atau nanas serta gula merah sebagai bahan utama atau starter untuk membuat ecoenzyme secara mandiri.

Selain ramah lingkungan, pembuatan ecoenzyme terbukti jauh lebih hemat dibandingkan membeli produk pembersih komersial di pasaran. Sebagai gambaran, harga jual ecoenzyme di marketplace bisa mencapai Rp35.000 per liter, padahal biaya produksi mandiri di rumah tidak sampai Rp5.000 per liter.

Dalam dialog tersebut, Cici menegaskan potensi besar dari bahan yang sering dianggap tidak berguna ini. "Jadi saya ingin memberikan gambaran bahwa ecoenzyme itu dijual dengan harga Rp35.000 per liter. Padahal sedangkan kalau kita bisa bikin sendiri itu kita bisa bikin 1 liter itu enggak sampai Rp5.000," ujarnya

Dalam proses pembuatan ecoenzyme, Cici mengatakan harus mengikuti perbandingan komposisi 1 bagian Starter yakni 100 gram gula merah asli (hindari gula putih karena dapat menyebabkan pembusukan, bukan fermentasi), 3 bagian Bahan Organik, 300 gram sisa kulit buah (seperti jeruk atau nanas yang kondisinya masih segar dan tidak busuk) dan 10 bagian Air, yakni 1000 gram atau 1 liter air. Untuk Langkah pembuatan campurkan ketiga bahan tersebut ke dalam wadah (botol), Inkubasi, Simpan campuran tersebut selama 3 bulan. Serta perhatikan sirkulasi gas karena proses fermentasi menghasilkan gas, wadah tidak boleh ditutup terlalu rapat agar tidak meledak, namun harus tetap terlindungi agar tidak terkontaminasi mikroba pembusuk.

Jika berhasil, jamur yang muncul biasanya berwarna pink atau orange. Jika yang muncul adalah ulat atau jamur hitam, atau aromanya busuk menyengat, maka proses tersebut dianggap gagal. "Jadi membuat ekoenzim itu hanya tiga, Mbak rumusnya hanya butuh bahan. Bahan kulit atau buah, kemudian bahan starter ya atau starter itu bisa pakai kita bisa menggunakan gula merah atau pakai tetes tebu. Kemudian tinggal menambahkan air dan kemudian kita inkubasi atau kita simpan selama 3 bulan." Tutur Cici

Manfaat penggunaan ecoenzyme tidak hanya berhenti pada aspek penghematan biaya rumah tangga, tetapi juga berdampak positif bagi kesehatan lingkungan, khususnya pada sistem pembuangan air di rumah. Penggunaan cairan alami ini membantu menjaga ekosistem bakteri pengurai yang ada di saluran pembuangan atau kloset, berbeda dengan deterjen kimia yang cenderung membunuh mikroba tersebut.

Terkait hal ini, Cici menjelaskan keunggulan ekologis tersebut, "Secara alami di dalam kloset itu kan ada mikroba pengurai. Nah, kalau misalkan kemudian kita menambahkan sabun ke dalam saluran pembuangan, saluran kloset, maka dia akan membunuh mikroba-mikroba pengurai tersebut. Nah, jadi solusinya ya pakai ecoenzyme dong. Karena ecoenzyme yang berbahan alami tadi tidak akan mengganggu ekosistem bakteri pengurai tadi" ungkap Cici.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....