Dua Laporan Kekeringan di Ponorogo, BPBD Siapkan Droping Air

  • 28 Jul 2026 15:01 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Ponorogo - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo menerima dua laporan kekeringan yang memerlukan droping air bersih. Yakni di SMAN 1 Jenangan, serta di Dukuh Bungur, Desa Munggu Kecamatan Bungkal.

Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun mengatakan, di Dukuh Bungur pihaknya mencatat ada 153 jiwa yang terdampak kekeringan. Karena itu, BPBD melakukan assesmen sekaligus persiapan droping air bersih.

Petugas BPBD pun juga masih melakukan inventarisasi terkait kesiapan tandon air di lokasi terdampak. Termasuk mendata jumlah jurigen bantuan BPBD yang masih bisa digunakan.

"Nanti kita droping air sembari menyiapkan tandon dan jurigen untuk masyarakat. Jadi di Dukuh Bungur, Desa Munggu itu memang langganan setiap tahun karena apa, kita kesulitan membangun sumur dalam disana. Beda sama yang di Desa Duri dan Wates Kecamatan Slahung, walaupun sama-sama tinggi posisinya di Gunung, tapi ada sumber air, dan sampai hari ini disana tidak ada tanda-tanda kekeringan," ujarnya, Selasa (28/7/2026).

Sementara itu Masun menyebut jiia di SMAN 1 Jenangan juga menjadi langganan kekeringan setiap tahun. Petugas BPBD terakhir melakukan droping air bersih pada Kamis, 23 Juli lalu, karena ada kegiatan yang melibatkan lebih 300 siswa bermalam di sekolah.

"Disana air yang bersumber dari PDAM atau pamsimas itu nggak mencukupi sehingga kita droping. Tapi memang disana itu setiap tahun kita droping karena ketika kemarau begini, sumber airnya nggak ada," jelasnya.

Berdasarkan prakiraan BMKG, kemarau tahun ini cukup panjang. Adapun puncaknya diprediksi terjadi pada Agustus hingga September.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....