Memahami Teenlit dan Chicklit dalam Dunia Sastra

  • 28 Jul 2026 11:04 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID,Madiun- Dalam lanskap kesusastraan modern, sastra populer sering kali menjadi gerbang pertama yang menyambut masyarakat menuju dunia literasi. Di antara berbagai genre yang pernah mendominasi rak-rak toko buku dan membentuk kebiasaan membaca generasi muda, terdapat dua fenomena besar yang tidak mungkin diabaikan: Teenlit dan Chicklit.

Sayangnya, karena keduanya sering kali dibalut dengan desain sampul yang penuh warna dan gaya bahasa yang kasual, masyarakat awam kerap mencampuradukkan atau bahkan memandang sebelah mata kedua genre ini. Keduanya sering direduksi menjadi sekadar "novel roman picisan"

“Sebenarnya kata ini lumayan populer di tahun 2010 – 2013. Teenlit dan chicklit ini merupakan aliran dari sebuah buku, tepatnya buku atau novel fiksi," ujar Kristophorus Divinanto A. Y, M.Pd., Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UKWMS Kampus Kota Madiun saat menjadi narasumber acara Ngobras di PRO 1 RRI Madiun, Senin (27/7/2026).

Teenlit berasal dari lakuran kata Teenager (remaja) dan Literature (sastra), genre ini lahir secara spesifik untuk memotret realitas kehidupan remaja, biasanya berada pada rentang usia 13 hingga 18 tahun. Karakteristik utama dari Teenlit adalah protagonisnya yang juga seorang remaja, dengan konflik yang berpusat pada pencarian jati diri.

Sementara Chicklit, Istilah ini diturunkan dari kata Chick (bahasa slang Amerika untuk perempuan muda) dan Literature. Berbeda jauh dari Teenlit, Chicklit membidik demografi perempuan dewasa muda, umumnya berusia awal dua puluhan hingga pertengahan tiga puluhan.

Dikatakan Kris perbedaan antara Teenlit dan Chicklit terdapat pada segmen pembaca, target dan juga konflik di dalamnya

“Perbedaanya seperti target pembaca teenlit didominasi tokoh-tokoh usia SMA, chicklit didominasi tokoh usia setelah SMA apakah kuliah atau bekerja. Ada lagi kalau teenlit banyak dibeli oleh orang yang masih usia SMA sementara chicklit sudah banyak bercerita tentang kampus, kerja sambilan saat kuliah sehingga banyak dibeli oleh orang yang sudah lulus SMA. Nah, perbedaan yang terpenting juga terletak pada konflik didalam cerita. Teenlit konfliknya pencarian jati diri, bagaimana bersinggungan dengan oranglain. Chicklit konfliknya tentang diri sendiri” kata Kris

Adapun kesamaan-kesamaan yang terdapat didalam karya teenlit dan chicklit seperti : Cover yang menarik dari keduanya, isinya menceritakan tentang masa-masa remaja menuju dewasa serta memiliki logo di pojok kiri atas yang bisa membedakan mana teenlit dan mana chicklit.

Diakhir Obrolan Ngobras, Kris mengajak pendengar dan pemirsa PRO 1 untuk memahami Baik Teenlit maupun Chicklit memiliki ruang validnya masing-masing dalam sejarah literasi kita. Menghargai kedua genre ini berarti kita menghargai setiap medium yang telah berhasil menumbuhkan kecintaan seseorang terhadap kegiatan membaca.

Bagaimanapun juga, setiap buku akan menemukan pembacanya di waktu yang tepat, dan setiap pembaca memiliki hak untuk tumbuh bersama literatur yang mereka cintai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....