Cuaca Madiun Raya 25 - 27 Juli, Cerah – Cerah Berawan, Malam Udara Sejuk hingga Dingin.

  • 25 Jul 2026 12:18 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID,Madiun - Kondisi kering masih mendominasi sebagian besar wilayah Jawa Timur dengan Hari Tanpa Hujan (HTH) berkategori sangat panjang (31–60 hari) hingga ekstrem (>60 hari). Sesuai rilis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nganjuk, kondisi itu sejalan dengan menguatnya sinyal El Niño, ditandai Indeks Niño 3.4 dasarian sebesar +2,26 dan Southern Oscillation Index (SOI) sebesar -30,2. Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKB Nganjuk Setiyaris mengungkapkan, kedua indikator tersebut menunjukkan El Niño yang diprakirakan terus berkembang menuju kategori kuat, sehingga berpotensi mengurangi pembentukan awan hujan dan menekan curah hujan di Jawa Timur. Di sisi lain, monsun Australia yang semakin menguat, ditambah keberadaan Siklon Tropis NOUL di sekitar Filipina, menyebabkan tarikan massa udara yang melintasi Jawa Timur. Dampaknya, dalam beberapa hari terakhir suhu udara terasa lebih dingin disertai peningkatan kecepatan angin di sejumlah wilayah. Sedangkan cuaca wilayah Madiun Raya untuk 3 hari ke depan didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan dengan potensi hujan yang sangat rendah.

“Prosppek cuaca Madiun Raya 25 - 27 Juli 2026 pada pagi hari cerah hingga udara kabut, siang hari cerah hingga terik dan malam hari cerah hingga berawan tipis,” jelas Setiyaris, Sabtu 25 Juli 2026.

▪ Pagi Hari, Cuaca umumnya cerah hingga udara kabur (hazy). Kabut tipis akibat pendinginan radiasi berpotensi terjadi di wilayah dataran tinggi Magetan dan Ponorogo sebelum pukul 07.00 WIB. Suhu udara berkisar 20–26°C, dengan suhu minimum lokal di lereng Gunung Lawu (Magetan) mencapai 15°C. Kelembapan udara relatif tinggi, berkisar 75–85%, sementara angin bertiup dari arah Tenggara dengan kecepatan 5–10 km/jam.

▪ Siang Hari, Cuaca didominasi kondisi cerah hingga cerah terik dengan tutupan awan konvektif yang sangat minim. Suhu udara mencapai puncaknya pada kisaran 31–34°C, dengan intensitas radiasi yang tinggi sehingga cuaca terasa terik. Kelembapan udara menurun menjadi 40–55%, menandakan kondisi udara yang relatif kering. Sementara itu, angin bertiup dari arah Tenggara hingga Selatan dengan kecepatan 15–25 km/jam, disertai hembusan sesaat (wind gust) di beberapa wilayah.

▪ Malam hingga Dini Hari, Cuaca cerah hingga berawan tipis. Minimnya tutupan awan mempercepat pelepasan panas dari permukaan bumi ke atmosfer (pendinginan radiatif), sehingga udara terasa lebih sejuk hingga dingin. Suhu udara berkisar 15–22°C, sementara kelembapan udara meningkat menjadi sekitar 80–90% seiring menurunnya suhu permukaan. Angin bertiup dari arah Timur hingga Tenggara dengan kecepatan 5–15 km/jam.

Setiyaris menghimbau masyarakat untuk menjaga kondisi kesehatan dengan mencukupi kebutuhan cairan tubuh dan membatasi aktivitas di luar ruangan pada siang hari, terutama saat indeks UV berada pada kategori sangat tinggi hingga Extreme dan mewaspadai pula potensi hembusan angin kencang (gust wind). Mengingat kondisi musim kemarau yang kering, masyarakat juga diharapkan tidak melakukan pembakaran lahan, sampah, atau sisa hasil pertanian, karena dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. (Shabrina). .

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....