Satgas TMMD Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat

  • 25 Jul 2026 14:56 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Ponorogo – Di tengah pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0802/Ponorogo, kedekatan antara anggota Satgas TMMD dan masyarakat terus terjalin dalam berbagai aktivitas. Salah satunya terlihat saat personel Satgas membantu warga memanen ternak jangkrik di Dukuh Bulu, Desa Bulu Lor, Kecamatan Jambon, Sabtu (25/7/2026).

Warga tersebut adalah Giman (54), yang dikenal sebagai salah satu pelaku usaha ternak jangkrik di desanya. Berbekal ketelitian dan ketekunan, ia mengembangkan usaha budidaya jangkrik yang hasil panennya dipasarkan sebagai pakan burung berkicau.

Pagi itu, Giman bersama istrinya tampak sibuk memanen jangkrik. Saat melintas menuju lokasi sasaran TMMD, Kopda Mahfud Ali bersama dua rekannya yang telah akrab dengan Giman menyempatkan diri membantu proses panen. Mereka bersama-sama memindahkan jangkrik yang berada pada media tempat telur ke dalam karung untuk selanjutnya dipersiapkan kepada pembeli.

Hasil panen tersebut kemudian diangkut oleh Andri (35), warga Kabupaten Magetan, yang selama ini menjadi pengepul jangkrik dari Giman. Karung-karung berisi jangkrik ditata di atas sepeda motornya sebelum dibawa ke sejumlah toko pakan burung di wilayah Kabupaten Magetan.

Menurut Andri, ia rutin mengambil hasil panen ternak jangkrik milik Giman setiap dua pekan sekali karena permintaan pasar cukup stabil.

Sementara itu, Giman mengungkapkan bahwa hingga saat ini dirinya masih menjadi satu-satunya warga di daerah tersebut yang menekuni usaha ternak jangkrik.

"Memang di daerah sini baru saya yang mengembangkan usaha ternak jangkrik. Mungkin karena usaha ini membutuhkan ketelitian dan keseriusan, sehingga belum banyak yang menekuninya," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa satu siklus budidaya jangkrik memerlukan waktu sekitar satu bulan. Namun karena memiliki beberapa siklus pemeliharaan, dirinya dapat melakukan panen secara bergantian setiap minggu.

"Kalau satu siklus panennya sekitar satu bulan. Saya punya beberapa siklus, jadi bisa panen seminggu sekali. Hasilnya alhamdulillah cukup lumayan," tuturnya sambil tersenyum.

Giman juga berharap pembangunan infrastruktur melalui TMMD ke-129 dapat memberikan dampak positif terhadap usahanya, khususnya dalam distribusi hasil panen.

"Sangat bermanfaat, Pak. Sekarang hasil panen kami hanya bisa diangkut menggunakan sepeda motor. Nanti kalau talud selesai dan jalannya sudah lebih baik, semoga mobil sudah bisa masuk sehingga pengangkutan hasil panen menjadi lebih mudah," terangnya.

Kisah Giman menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur melalui TMMD tidak hanya memberikan manfaat bagi akses transportasi masyarakat, tetapi juga membuka peluang bagi berkembangnya usaha warga. Kehadiran Satgas TMMD yang turut membantu aktivitas sehari-hari masyarakat semakin mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....