SDN Minim Murid Baru, Minat Orang tua Menyekolahkan Anak di Swasta

  • 18 Jul 2026 05:05 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Ngawi - Fenomena minimnya jumlah siswa baru di sejumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Jawa Timur mendapat perhatian serius dari pemerintah provinsi. Saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Ngawi, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, angkat bicara mengenai kondisi ini.

Ditemui di sela kunjungan kerjanya di Ngawi, baru-baru ini, Emil menegaskan persoalan ini tidak bisa dilihat dari satu sisi saja. Ia menyoroti adanya pergeseran preferensi orang tua serta dampak dari penerapan sistem zonasi yang dinilai perlu disesuaikan dengan dinamika demografi lokal.

"Untuk SD justru minat dari orang tua menyekolahkan anak di swasta tinggi. Sehingga banyak. Dan juga ada pergeseran pusat-pusat permukiman yang ada anak usia SD. Bukan tidak mungkin ada beberapa SD yang di merger, ada yang direlokasi misalnya. Nah ini semua ini, kita percaya Bupati/Walikota memiliki pemetaan yang lebih detail"kata Emil Selasa 14 Juli 2026 saat di Ngawi.

Emil melanjutkan Pemprov Jawa Timur berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota guna merumuskan langkah strategis. Salah satu opsi yang dikaji adalah penggabungan atau regrouping sekolah yang kekurangan murid secara ekstrem, dengan tetap menjamin hak akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah pelosok.

Diketahui, sejumlah SDN di Kabupaten Ngawi Jawa Timur minim murid baru pada tahun ajaran baru 2026/2027. Diantaranya sebanyak 3 lembaga tercatat hanya mendapatkan masing-masing dua siswa baru, yaitu SDN Tempuran 3, SD Patalan 4, dan SD Jagir 2. Bahkan satu sekolah yang sama sekali tidak mendapatkan murid baru, yaitu SDN Rejomulyo 2.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....