Pemberdayaan ODGJ, Siswa MAN 2 Kota Madiun Raih Gold Medal di Ajang Internasional

  • 15 Jul 2026 10:38 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Sebuah gagasan sederhana yang lahir dari kepedulian terhadap sesama berhasil mengantarkan dua siswa MAN 2 Kota Madiun meraih Gold Medal pada ajang Student Conference 16th World Robotic for Peace International di Malaysia dan Singapura.

Dua siswa tersebut, Raihan Pramudita Badnagar dan Arwindha Quinnsa Berlin Humaira, mengangkat penelitian mengenai pemberdayaan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) melalui pelatihan ecoprint dan pembuatan batako.

Berbeda dengan penelitian lain yang berfokus pada teknologi, mereka justru menghadirkan inovasi sosial yang mengedepankan nilai kemanusiaan.

Penelitian dilakukan di sebuah pusat rehabilitasi di Kabupaten Ngawi. Selama beberapa bulan, keduanya melakukan observasi, berdiskusi dengan pembimbing, hingga memahami karakter para penyandang gangguan jiwa yang sedang menjalani masa pemulihan.

Menurut Raihan, tantangan terbesar bukan hanya menyusun penelitian, tetapi membangun komunikasi dengan para ODGJ yang memiliki karakter dan kondisi emosional berbeda-beda. Sebagai pelajar, mereka harus belajar memahami kebutuhan para penghuni rehabilitasi agar program yang dirancang benar-benar bermanfaat.

Melalui penelitian tersebut, mereka ingin membuktikan bahwa penyandang gangguan jiwa bukanlah kelompok yang harus dipandang sebelah mata. Dengan pendampingan dan kesempatan yang tepat, mereka mampu menghasilkan karya bernilai ekonomi sekaligus meningkatkan rasa percaya diri.

Saat presentasi di hadapan dewan juri internasional, produk ecoprint yang mereka tampilkan sempat dianggap sebagai karya yang biasa. Namun, suasana berubah ketika mereka menjelaskan bahwa seluruh produk tersebut merupakan hasil karya ODGJ yang diberdayakan melalui program rehabilitasi.

Respons dewan juri pun sangat positif. Mereka menilai penelitian tersebut memiliki nilai sosial yang kuat karena tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan bagi kelompok rentan yang selama ini sering dipandang sebelah mata.

Bagi Raihan dan Arwindha, medali emas bukanlah tujuan akhir. Mereka berharap penelitian tersebut dapat menjadi inspirasi agar semakin banyak masyarakat membuka ruang bagi penyandang gangguan jiwa untuk kembali berkarya dan berdaya.

Keberhasilan tersebut juga menjadi penyemangat bagi keduanya untuk terus mengikuti kompetisi ilmiah, meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, hingga mengejar beasiswa pendidikan di masa depan.

Gold Medal yang diraih Raihan dan Arwindha bukan sekadar kemenangan dalam sebuah kompetisi. Lebih dari itu, prestasi ini mengajarkan bahwa penelitian terbaik bukan hanya yang canggih secara teknologi, tetapi juga yang mampu menghadirkan harapan, mengangkat martabat manusia, dan memberi manfaat nyata bagi kehidupan. Dari Kota Madiun, pesan tentang kepedulian itu kini menggema hingga panggung dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....