Cuaca Madiun Raya 13 – 15 Juli Didominasi Cerah - Cerah Berawan, Potensi Hujan Minim
- 13 Jul 2026 13:20 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ngajuk merilis, kondisi cuaca di Jawa Timur saat ini didominasi oleh pengaruh Monsun Australia yang menandai penguatan musim kemarau di sebagian besar wilayah. Aliran massa udara dari arah timur hingga tenggara yang relatif kering mengurangi pasokan uap air ke atmosfer dan menghambat pertumbuhan awan hujan, sehingga cuaca umumnya cerah hingga cerah berawan. Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG Nganjuk Setiyaris mengungkapkan, minimnya tutupan awan pada malam hari menyebabkan pelepasan panas dari permukaan bumi berlangsung lebih efektif (radiational cooling), sehingga suhu udara terasa lebih dingin pada malam hingga dini hari. Sebaliknya, pada siang hari kelembapan udara yang relatif rendah (sekitar 45–55%) dan penyinaran matahari yang optimal meningkatkan pemanasan permukaan serta laju penguapan, sehingga udara terasa lebih panas dan kering. Kondisi atmosfer yang stabil juga berpotensi membentuk lapisan inversi yang menyebabkan udara kabur (haze) di beberapa wilayah perkotaan. Sedangkan cuaca wilayah Madiun Raya 3 hari ke depan didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan dengan suhu udara berkisar 20-21°C pada malam dan sekitar 33–35°C pada siang hari.
”Sedangkan prospek cuaca wilayah Madiun Raya secara umum didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan dengan potensi hujan yang sangat minim. Suhu udara diperkirakan berkisar 20-21°C pada malam hingga dini hari dan meningkat menjadi sekitar 33–35°C pada siang hari,” jelas Setiyaris, Senin 13 Juli 2026.
Kelembapan udara relatif berkisar antara 45–85%, dengan kondisi yang lebih kering pada siang hari sehingga udara terasa lebih panas dan terik. Angin umumnya bertiup dari Tenggara hingga Selatan dengan kecepatan sekitar 5–10 km/jam, serta berpotensi bertambah kencang pada siang hingga sore hari akibat pemanasan permukaan. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di kawasan hutan dan lahan terbuka di Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Ponorogo, mengingat kondisi cuaca yang relatif kering dan minimnya curah hujan. Pada pagi hari terdapat potensi kabut tipis atau udara kabur di wilayah dataran tinggi dan pegunungan, terutama di lereng Gunung Lawu (Kabupaten Magetan), serta sebagian wilayah Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Pacitan. Selain itu, angin kencang sesaat berpotensi terjadi pada siang hingga sore hari akibat penguatan angin lokal, terutama di kawasan terbuka, dataran rendah, dan pesisir selatan, seperti Kabupaten Pacitan serta sebagian wilayah dataran rendah Kabupaten Madiun. (Shabrina).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....