Dasarian III Juni, Hampir Seluruh Wilayah Jawa Timur Telah Memasuki Musim Kemarau
- 12 Jul 2026 15:05 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ngajuk merilis, berdasarkan Update Dasarian III Juni 2026, hampir seluruh wilayah Jawa Timur telah memasuki Musim Kemarau. Dari total 74 Zona Musim (ZOM) di Jawa Timur, sebanyak 73 ZOM (98,6%) telah memasuki musim kemarau. Hanya 1 ZOM yang masih belum memasuki musim kemarau, yaitu ZOM 332 yang meliputi Kecamatan Sempol (Kabupaten Bondowoso) serta sebagian wilayah Kecamatan Licin dan Songgon (Kabupaten Banyuwangi). Di wilayah tersebut, hujan masih berpotensi terjadi sehingga awal musim kemarau datang lebih lambat dibandingkan daerah lainnya. Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG Nganjuk Setiyaris mengungkapkan, puncak musim kemarau di Jawa Timur diprakirakan terjadi pada Agustus 2026 Sebanyak 53 ZOM (70,9%), sedangkan sebagian wilayah lainnya telah mulai memasuki puncak kemarau sejak Juli 2026. Musim kemarau tahun ini juga diperkirakan lebih kering dibandingkan kondisi normal.
”Sekitar 75,5% wilayah Jawa Timur diprediksi mengalami curah hujan kategori Bawah Normal, yang salah satunya dipengaruhi oleh potensi penguatan fenomena El Niño. Selain itu, musim kemarau diperkirakan berlangsung cukup panjang, dengan durasi sekitar 16–24 dasarian atau setara 5–8 bulan, tergantung karakteristik masing-masing zona musim,” jelas Setiyaris, Minggu 12 Juli 2026.
BMKG menghimbau agar masyarakat menggunakan air secara bijaksana, mewaspadai potensi kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan, dan bagi petani agar menyesuaikan pola tanam serta kebutuhan irigasi. Setiyaris mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau 2026 agar dampaknya dapat diminimalkan. Selain itu masyarakat diminta memantau informasi cuaca dan iklim terbaru dari BMKG sebagai dasar dalam merencanakan berbagai aktivitas selama musim kemarau. (Shabrina).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....