Ubah Lahan Sawah Jadi Destinasi Wisata, Strategi Dongkrak Ekonomi Pedesaan
- 09 Jul 2026 18:08 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Sektor pertanian di berbagai daerah kini mulai dilirik sebagai potensi pariwisata yang menjanjikan. Konsep agroekowisata menjadi jawaban bagi masyarakat perkotaan yang jenuh dengan modernitas dan mendambakan suasana pedesaan yang tenang.
Hal ini sejalan dengan tren rural tourism di mana wisatawan mencari pengalaman bersatu dengan alam. Rural tourism menitik beratkan pada kegiatan pariwisata di daerah non-perkotaan di mana pengalaman pengunjung berpusat pada alam, gaya hidup tradisional, kegiatan pertanian, dan budaya local.
Dosen Fakultas Pertanian Universitas Merdeka Madiun, Ir. Ma'ruf Pambudi Nurwantara, STP., M.Si., IPM., menegaskan bahwa pertanian dan pariwisata memiliki kaitan erat yang bisa dikolaborasikan. Potensi yang ada di desa, seperti kebun atau hamparan sawah, sebenarnya bisa dikemas menjadi objek wisata baru yang menarik minat pengunjung.
“Di era 2000-an 2010 bagaimana kita misalkan berlibur ke rumah nenek, berumah berlibur ke rumah kakek yang ada di desa begitu. Bagaimana kita bermain di kebun, bermain di sungai, bermain di hutan. Nah, seperti itu. Nah, itu kemudian itu menjadi dasar bagaimana itu kemudian kita kemas menjadi suatu objek wisata yang baru," ungkap Ma’ruf saat menjadi narasumber acara Green Radio Programa 1 RRI Madiun, kemarin.
Menurut Ma'ruf, kolaborasi ini bukan sekadar tren baru, melainkan pengemasan ulang kearifan lokal yang sudah ada sejak lama.
"Bagaimana objek pertanian itu kita kemas menjadi suatu wisata yang baru," ujar Ma'ruf.
Pendekatan ini tidak hanya menawarkan pemandangan, tetapi juga pengalaman edukasi. Wisatawan bisa belajar langsung mengenai proses bertani, mulai dari pembibitan hingga panen. Inovasi seperti wisata petik buah atau sayur langsung dari lahan terbukti mampu meningkatkan nilai jual produk pertanian di tingkat petani.
Lebih jauh, pengembangan agroekowisata diharapkan mampu menciptakan sirkular ekonomi bagi warga lokal. Ketika kunjungan wisatawan meningkat, perputaran uang di desa pun ikut bergerak, mulai dari sektor kuliner hingga penjualan produk kerajinan tangan khas daerah setempat.
Ma'ruf menekankan bahwa keberhasilan agroekowisata bergantung pada kreativitas dalam mengelola potensi bawaan desa. Dengan perencanaan yang matang dan dukungan komunitas, lahan pertanian tidak hanya berfungsi sebagai produsen pangan, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....