PPDB Tingkat SDN di Ngawi, Dua SD Penuhi Pagu, Satu SD Nol Siswa Baru

  • 07 Jul 2026 07:47 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Ngawi - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Ngawi tahun ini menyisakan catatan evaluasi yang cukup memprihatinkan. Dari total 470 lembaga SD Negeri yang tersebar di seluruh kabupaten, sebagian besar dilaporkan tidak mampu memenuhi pagu atau kuota maksimal siswa baru yang ditargetkan.

Kondisi krisis pagu ini merata terjadi tidak hanya di wilayah pinggiran, melainkan juga melanda wilayah pusat kota. Di kawasan perkotaan Ngawi, tercatat hanya ada dua lembaga sekolah yang berhasil memenuhi kuota siswa secara maksimal, yaitu SD Negeri Margomulyo 1 dan SD Negeri Karangtengah Prandon.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Ngawi, Zainal Fanani, menyampaikan salah satu faktor utama penurunan ini adalah menyusutnya jumlah lulusan dari Taman Kanak-Kanak (TK) dari tahun ke tahun. Selain itu, pesatnya pertumbuhan institusi pendidikan berbasis agama seperti Madrasah Ibtidaiyah (MI) swasta turut mendominasi peta kompetisi perebutan siswa baru.

"Untuk SD ada 470-an SD Negeri. Kemudian dari total itu, ada yang tidak terpenuhi pagu. Untuk SD sendiri yang memenuhi pagu kemarin, di kota ini hanya SD Margomulyo 1 dan SD Karpat. Output dari TK juga semakin tahun berkurang. Kemudian sekarang kita juga melihat banyak MI swasta yang berdiri, sehingga orang tua tidak memilih SD saja, melainkan ada peluang untuk masuk ke MI maupun SD swasta," ujar Zainal Fanani.

Zainal melanjutkan dari laporan evaluasi berkala yang masuk ke Dinas Pendidikan, ditemukan satu sekolah tidak mendapatkan murid baru pada tahun ajaran ini, yakni SDN Rejomulyo 2 Kecamatan Karangjati. Sejauh ini, Dikbud Ngawi juga masih melakukan koordinasi intensif terkait sekolah yang masuk dalam kategori kritis atau minim siswa.

"Kalau SD, sementara ini yang masuk ke kami laporan itu yang tidak menerima siswa atau nol siswa itu satu SD, yaitu SDN Rejomulyo 2 Karangjati. Itu sementara ini. Kalau yang minim siswa, datanya masih berproses karena masih dilaporkan oleh teman-teman dari Korwil," tambahnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....