Cuaca Madiun Raya 7 - 9 Juli, Cerah - Berawan Tipis, Sinar Matahari Siang Hari Cukup Terik

  • 07 Jul 2026 12:23 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nganjuk merilis, berdasarkan analisis indikator iklim global terkini, Indonesia berpotensi mengalami peningkatan angin kencang akibat pengaruh tidak langsung tarikan massa udara dari Topan Super BAVI yang terjadi bersamaan dengan penguatan Monsun Timur. Di sisi lain, kondisi El Niño di Samudra Pasifik masih bertahan pada kategori moderate, ditunjukkan oleh nilai Indeks Niño 3.4 sebesar +1,24, yang secara umum mengurangi pasokan uap air ke wilayah Indonesia, sehingga berkontribusi terhadap menurunnya potensi curah hujan. Pengamat Meteorologi dan Geofisikan BMKB Nganjuk Setiyaris menjelaskan, sejalan kondisi tersebut, prakiraan sepekan ke depan menunjukkan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia cenderung berada pada kategori rendah, sehingga kondisi atmosfer yang lebih kering diperkirakan semakin dominan disertai potensi peningkatan kecepatan angin di beberapa wilayah. Sedangkan cuaca wilayah Madiun Raya didominasi langit cerah hingga berawan tipis dengan tutupan awan yang minim sehingga intensitas penyinaran matahari pada siang hari terasa cukup terik.

“Secara umum cuaca Madiun raya tiga hari kedepan didominasi langit cerah hingga berawan tipis dengan tutupan awan yang minim sehingga intensitas penyinaran matahari pada siang hari terasa cukup terik, suhu udara diperkirakan berkisar antara 24–34°C dengan kelembapan relatif 50–85%, sehingga malam hingga dini hari cenderung terasa lebih sejuk dan berpotensi terbentuk kabut tipis menjelang subuh,” ungkap Setiyaris, Selasa 7 Juli 2026.

Sdangkan angin umumnya bertiup dengan kecepatan sedang, namun terdapat potensi hembusan angin kencang sesaat (gust wind) mencapai 15–30 km/jam, terutama di wilayah dataran rendah terbuka dan koridor angin lereng pegunungan seperti Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Ngawi, serta Magetan bagian timur. Sementara itu, wilayah lereng gunung dan dataran tinggi di Kabupaten Magetan berpotensi mengalami penurunan suhu udara yang cukup signifikan pada dini hingga menjelang pagi akibat minimnya tutupan awan, dengan suhu minimum diperkirakan mencapai 19–20°C. Selain itu, tidak terpantau adanya anomali pertumbuhan awan konvektif tebal (Cumulonimbus) secara masif di wilayah Madiun Raya, sehingga potensi hujan lebat maupun cuaca ekstrem yang dipicu oleh aktivitas konvektif diperkirakan relatif rendah. Masyarakat diimbau untuk menjaga kondisi kesehatan dengan mencukupi kebutuhan cairan tubuh, menggunakan pelindung seperti topi atau tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, serta mengenakan pakaian yang lebih hangat saat malam hingga dini hari karena suhu udara cenderung lebih dingin. Selain itu, gunakan air secara bijaksana, hindari membakar sampah atau lahan, dan tingkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan, lahan, maupun permukiman akibat kondisi cuaca yang kering dan hembusan angin yang dapat mempercepat penyebaran api. (Shabrina).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....