Pagu SMP di Ponorogo belum Terpenuhi, Dindik Buka SPMB secara Luring
- 07 Jul 2026 15:02 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Ponorogo - Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo mengambil kebijakan dengan membuka sistem penerimaan murid baru (SPMB) secara offline. Kebijakan itu diberlakukan karena ada 24 sekolah dari total 56 SMP Negeri di Ponorogo yang pagunya belum terpenuhi 100 persen.
Ketua SPMB Ponorogo, Farida Nuraini mengatakan, berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi (monev) yang ia lakukan, mayoritas SMP Negeri di wilayah pinggiran pagunya belum terisi maksimal. Karena itu, pendaftaran secara offline diterapkan agar siswa yang belum mendapatkan sekolah bisa tertampung.
"Memang ada beberapa sekolah di pinggiran itu yang kurang kuotanya (calon siswa yang mendaftar.red) sehingga kami memberikan kesempatan melalui pendaftaran offline bagi siswa yang kebetulan sampai saat ini belum mendapatkan sekolah bisa melakukan pendaftaran secara online," ujarnya, kemarin.
Farida menjelaskan, pendaftaran secara offline atau luar jejaring (luring) itu diberlakukan sampai kuota sekolah terpenuhi atau paling lambat akhir Juli ini. Jika sampai batas waktu yang ditentukan kuota sekolah dimaksud belum terpenuhi, maka pembelajaran tetap dilanjutkan dengan jumlah siswa yang ada.
"Sebenarnya dari hasil pemetaan kita, lulusan SD Negeri di Kabupaten Ponorogo yang mendaftar di SMP Negeri itu ada sekitar 80 persen. Lulusan SD sekitar 7 ribuan," tambahnya.
Seperti diketahui pada SPMB tahun ini, Dindik Ponorogo membuka empat jalur pendaftaran. Yakni jalur international class program (ICP), jalur afirmasi, perpindahan tugas orang tua/wali, jalur prestasi dan jalur domisili (zonasi) yang kesemuanya sesuai jadwal tuntas dilaksanakan secara online sampai akhir Juni 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....