Cuaca Madiun Raya 4 - 6 Juli 2026, Cerah, Fenomena Suhu Dingin (Bediding) pada Dini Hari
- 04 Jul 2026 13:35 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nganjuk merilis, berdasarkan analisis indikator iklim global terkini, kondisi suhu muka laut di Samudra Pasifik masih terpantau berkembang menuju El Niño kuat. Fenomena ini umumnya berdampak pada berkurangnya potensi curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia. Sejalan dengan hasil monitoring iklim terbaru, BMKG memprediksi bahwa dalam beberapa waktu ke depan semakin banyak wilayah di Indonesia akan memasuki periode musim kemarau, dengan puncak musim kemarau diperkirakan terjadi secara paling luas pada Agustus 2026. Pengamat Meteorologi dan Geofisikan BMKB Nganjuk Setiyaris mengungkapkan, untuk wilayah Jawa Timur, hasil analisis kondisi atmosfer hingga sekitar satu minggu ke depan menunjukkan tidak adanya gangguan atmosfer yang signifikan, baik pada skala regional maupun lokal, yang berpotensi mendukung pembentukan awan hujan. Kondisi ini menyebabkan cuaca akan didominasi oleh kondisi cerah hingga cerah berawan, kering, dan panas, dengan peluang hujan yang relatif rendah. Sedangakan untuk wilayah Madiun Raya cuaca 3 hari kedepan didominasi cuaca cerah hingga cerah berawan dengan fenomena suhu dingin (bediding) pada dini hari.
”Pagi hingga Siang hari didominasi cuaca cerah hingga cerah berawan dengan suhu udara antara 21–32°C. Sore hingga malam hari, cuaca umumnya berawan dengan potensi munculnya udara kabur (hazy) akibat kondisi atmosfer yang kering dan minimnya hujan. Suhu udara pada malam hingga dini hari berkisar 20–26°C, dengan suhu minimum dapat turun hingga 20°C,” ungkap Setiyaris, Sabtu 4 Juli 2026.
Dikatakan, untuk kelembapan udara berkisar 45–95%. Angin bertiup dari arah Timur hingga Tenggara dengan kecepatan 5–20 km/jam, sehingga kondisi cuaca secara umum masih didominasi udara kering dan hangat pada siang hari serta relatif sejuk pada malam hingga dini hari. Masyarakat diimbau untuk menjaga kecukupan cairan tubuh dan menghindari paparan sinar matahari langsung dalam waktu yang lama, terutama pada siang hari ketika suhu udara mencapai puncaknya. Selain itu, manfaatkan air secara bijak mengingat kondisi cuaca yang cenderung kering dan peluang hujan yang masih rendah. Waspadai pula potensi kebakaran hutan dan lahan maupun kebakaran permukiman akibat pembakaran terbuka atau kelalaian penggunaan api. ( Shabrina).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....