Inflasi Kota Madiun Juni 2026 Capai 0,37 Persen, Bensin Jadi Pemicu Utama
- 01 Jul 2026 20:04 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun mencatat inflasi bulanan (month-to-month) pada Juni 2026 di Kota Madiun sebesar 0,37 persen. Kenaikan harga bensin menjadi komoditas penyumbang dominan inflasi di Kota Madiun.
Kepala BPS Kota Madiun, Abdul Azis, menjelaskan bensin memberikan andil terhadap inflasi bulanan sebesar 0,17 persen. Kondisi tersebut dipicu kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang diberlakukan pada 1 Juni dan 10 Juni 2026.
"Penyebab inflasi di Kota Madiun bulan Juni 2026 yang utama karena kenaikan harga BBM non-subsidi. Sebagaimana kita ketahui tanggal 1 Juni ada kenaikan, kemudian diikuti tanggal 10 Juni juga ada kenaikan BBM non-subsidi," jelasnya, Rabu (1/7/2026).
Selain bensin, inflasi bulanan pada Juni 2026 di Kota Madiun juga dipengaruhi kenaikan harga bawang merah, beras, wortel, bawang putih, telepon seluler, pelumas (oli mesin), gado-gado, susu bubuk, serta tarif kereta api.
Meski demikian, Azis menilai inflasi bulanan sebesar 0,37 persen masih relatif terkendali. Namun, ia mengingatkan agar pemerintah daerah menjaga kondisi tersebut sehingga laju inflasi Kota Madiun pada bulan-bulan berikutnya tetap terkendali.
"Angka 0,37 persen kalau melihat trennya, saya kira masih cukup aman. Ini perlu dijaga untuk bulan-bulan berikutnya supaya Kota Madiun juga relatif terkendali. Supaya di akhir tahun tidak sampai 2,5 persen plus minus 1, karena itu target nasional," ujarnya.
Lebih lanjut, Azis menyarankan pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga berbagai komoditas secara harian maupun mingguan untuk mengantisipasi gejolak harga. Menurutnya, kenaikan harga BBM berpotensi memicu kenaikan biaya transportasi yang pada akhirnya mendorong naiknya harga berbagai komoditas sekaligus meningkatkan pengeluaran rumah tangga.
"Kalau BBM naik, transportasi naik. Transportasi naik maka harga komoditas juga akan bergerak naik. Karena komoditas tidak bisa jalan sendiri, harus menggunakan transportasi. Berikutnya pengeluaran rumah tangga juga akan naik. Kalau pengeluaran rumah tangga naik, tentu daya beli juga akan berkurang," jelasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....